Breaking News:

Virus Corona

Wiku Adisasmito: Ketersediaan Tempat Tidur di Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 Terkendali 

Tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di Indonesia sekarang ini adalah 66 persen.

Capture YouTube Sekretariat Presiden
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (24/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk penanganan Covid-19 masih terkendali.

Hal itu disamapikan Wiku di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (13/8/2020).

"Pada saat ini Kondisinya masih terkendali pemerintah tetap memperhatikan kondisi ini dengan adanya potensi peningkatan kasus," kata Wiku.

Menurut Wiku Adisasmiito, tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di Indonesia sekarang ini adalah 66 persen. Sementara angka aman BOR rumah sakit di Indonesia adalah 60 samapi 80 persen.

Baca: Wiku: Inpres Protokol Kesehatan Prinsipnya untuk Meningkatkan Sosialisasi

"Artinya masih ada buffer sekitar 14% menuju 80% dan tentunya ini adalah BOR Rumah Sakit dengan bed-bed khusus untuk pasien Covid-19, " katanya.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah apabila tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit menipis. Salah satunya dengan menambah rumah sakit agar ketersediaan tempat tidur meningkat, walaupun hal tersebut sangat tidak diharapkan. 

Baca: Menyambut Idul Adha, Wiku: Perhatikan Zonasi Risiko Daerah

"Apabila keadaannya meningkat tentunya kita tidak harapkan ada rumah sakit rumah sakit lainnya yang bisa disiapkan untuk menangani covid dengan persiapan-persiapan yang matang," kata Wiku.

Oleh karena itu untuk mencegah tipisnya ketersediaan tempat tidur, pemerintah berharap masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Apabila timbul gejala Covid-19, Wiku meminta masyarakat agar cepat mendatangi fasilitas kesehatan. 

"Sehingga dapat ditangani lebih awal dan bisa melakukan isolasi mandiri sehingga tidak menyebabkan penuhnya rumah sakit. Rumah Sakit hanya untuk menangani kasus-kasus yang perlu penanganan di rumah sakit yang biasanya adalah kasus berat," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved