Breaking News:

Soal Viral KTP Indonesia di Markas ISIS Yaman, Ini Respons Kemenlu

Viral di sosial media Twitter, video penggerebekan markas ISIS kelompok Houthi yang ada di Al-Bayda Yaman, yang tersebar Senin (31/8/2020).

Tangkapan Layar Video Houthi video footage from its recent ops against AQAP and IS in al-Bayda. #Yemen
KTP yang diduga milik WNI ditemukan saat penggeledahan sebuah rumah di Provinsi Al Bayda, Yaman (Tangkapan Layar Video Houthi video footage from its recent ops against AQAP and IS in al-Bayda. #Yemen) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Viral di sosial media Twitter, video penggerebekan markas ISIS kelompok Houthi yang ada di Al-Bayda Yaman, yang tersebar Senin (31/8/2020).

Dalam pengerebekan itu ditemukan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) KTP bertuliskan Kabupaten Mojokerto atas nama Syamsul Hadi Anwar yang terlihat jelas dalam video berdurasi 01.36 menit.

Menanggapi video viral tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) angkat suara.

Baca: Viral Selembar KTP Diduga Milik WNI di Markas ISIS Yaman, Ini Fakta Alamat Rumahnya di Mojokerto

Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah mengatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menginstruksikan perwakilan Indonesia yang ada di Yaman melakukan cross check kebenaran informasi dari video viral yang beredar tersebut.

"Ibu Menlu sudah menginstruksikan perwakilan kita yang meng cover Yaman untuk melakukan langkah-langkah pengecekan keabsahan dokumen tersebut untuk selanjutnya di cross check dengan data kependudukan/imigrasi kita," kata Faiza saat dihubungi, Senin (31/8/2020).

Rekaman video tersebut diketahui diunggah oleh pemilik akun Twitter @Natsecjeff.

Dikutip dari Surya.co.id, dalam KTP tertulis nama Syamsul Hadi Anwar, NIK 3516132412850002, belum kawin, dan tahun pembuatan sekitar tahun 2008 yang beralamat di Jalan Basket Blok NN Nomor 16 RT1/RW 12, Perum Japan Raya, Desa Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Bentuk KTP itu merupakan versi lama yang dilapisi laminating bening belum berupa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dan masa berlaku sudah berakhir pada 24 Desember 2013.

Tidak hanya KTP Indonesia, dalam tayangan tersebut juga ditemukan sejumlah mata uang Indonesia.

Pada tayangan 00.47 menit juga ditemukan sejumlah lembaran mata uang rupiah versi terbaru dalam bentuk uang kertas senilai Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2000.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved