Breaking News:

Pilkada Serentak

Tahap Pendaftaran Paslon Banyak Langgar Protokol Kesehatan, Komisi II: Akan Dievaluasi

Saan Mustofa menilai banyak protokol kesehatan yang dilanggar pada tahap pendaftaran pasangan calon dalam Pilkada Serentak 2020

Istimewa
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa dalam memimpin rapat Komisi II DPR RI dengan Kemendagri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan DKPP di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa menilai banyak protokol kesehatan yang dilanggar pada tahap pendaftaran pasangan calon dalam Pilkada Serentak 2020.

Saan menegaskan pihaknya akan menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi bersama sejumlah pihak terkait.

"Tahap pendaftaran paslon akan kita jadikan bahan evaluasi bersama KPU, Bawaslu dan Mendagri, agar tahapan-tahapan berikutnya tidak terulang," ujar Saan, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (7/9/2020).

Baca: Penyelenggara Pemilu Diminta Tindak Tegas Paslon yang Langgar Protokol Covid-19 di Pilkada

Baca: Banyak Anggota di Daerah Positif Covid-19, Bawaslu RI Khawatir Pilkada Digelar Desember 2020

Selain tahap pendaftaran pasangan calon, politikus NasDem tersebut mengatakan ada tiga tahapan lain yang berpotensi terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan.

Menurutnya tiga tahapan lain tersebut adalah tahap pengundian nomor urut, tahap kampanye, serta tahap pemungutan suara.

"Setidaknya ada tiga tahapan yang potensial dan rawan terhadap protokol pencegahan Covid-19, yaitu pengundian nomor urut, kampanye, dan pemungutan suara," kata dia.

Oleh karena itu, Saan menegaskan Bawaslu hingga kepolisian harus melakukan penegakan hukum secara tegas kepada para pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan tersebut.

"Penegakan hukum oleh Bawaslu maupun kepolisian harus dilakukan secara tegas terhadap paslon yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dan KPU harus menerapkan sanksi bagi yang melanggar UU maupun PKPU," pungkas Saan.

Sebelumnya diberitakan, anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja mengaku kaget dan merasa prihatin terhadap pasangan calon di Kabupaten Bulukumba yang membawa massa ketika mendaftar ke KPU Bulukumba di masa pandemi covid-19.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved