Breaking News:

Kapal Patroli Bakamla Kini Dilengkapi Senapan Mesin 

mitraliur 12,7 mm merupakan senjata yang tergolong ringan. Karena senjata tersebut hanya digunakan untuk pertahanan diri.

Ist
Bakamla 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan bahwa senjata mesin (mitraliur) 12,7 mm beserta amunisinya yang dibeli dari PT Pindad, akan ditempatkan disejumlah kapal patroli Bakamla RI.

"Saya gunakan nanti di kapal (ukuran) 48 meter, 80 meter, dan 110 meter. Semua kapal yang dimiliki Bakamla akan saya gunakan ini," kata Aan usai penandatanganan kontrak kerjasama pengadaan senjata dan amunisi dengan PT Pindad di Gedung Perintis, Mabes Bakmala RI, Jalan Proklamasi Nomor 56, Jakarta Pusat, Rabu, (9/9/2020).

Menurut Aan, mitraliur 12,7 mm merupakan senjata yang tergolong ringan. Karena senjata tersebut hanya digunakan untuk pertahanan diri. Nantinya dalam satu kapal Patroli akan ditempatkan dua pucuk mitraliur 12,7 mm. 

"12,7 ini mitraliur ringan, ini untuk self defense yaitu untuk pertahanan diri di kapal kapal," katanya.

Baca: Soal Ketegangan di Laut China Selatan, Bakamla: Kedaulatan Kita Aman

Untuk diketahui Bakamla RI memiliki sejumlah kapal patroli. Diantaranya kapal markas yang berukuran 110 meter, Kapal patroli berukuran 80 meter, 48 meter, serta 15 meter. Bakamlah juga memiliki  Rigid Inflatable Boat berukuran 12 meter. Semua kapal diberi kode KN yaitu Kapak Negara.

Sebelumnya Badan Keamanan Laut RI menjalin kerjasama dengan PT Pindad dalam pengadaan senjata mesin (Mitraliur) 12,7 mm dan amunisi untuk Kapal Patroli Bakamla RI. 

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak oleh Kepala Biro Sarana dan Prasarana Bakamla RI Laksamana Pertama Amrein, selaku Pejabat Pembuat Komitmen dengan Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose di Gedung Perintis Kemerdekaan, Mabes Bakamla RI, Jalan Proklamasi Nomor 56, Jakarta Pusat, Rabu, (9/9/2020).

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan bahwa kontrak pengadaan senjata, baru pertama kali dilakukan lembaganya.  Sejak diberi izin untuk melakukan pengadaan senjata, Bakmala RI menggandeng perusahaan miliki negara yakni PT Pindad.

"Hari ini luar biasa bagi Bakamla ,  karena Bakamla pertama kali pengadaan senjata secara resmi dan kami baru mendapat izin membeli senjata. Ini prosesnya sudah mulai dari Juni, Agustus, dan dan hari ini secara resmi Bakamla menjalin kontrak  pengadaan senjata di PT Pindad," kata Aan.

Aan mengatakan telah melakukan serangkaian uji coba senjata mesin atau mitraliur yang dibuat PT Pindad. Hasil dari uji coba tersebut, Bakamla puas dengan produk yang dibuat PT Pindad.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved