Breaking News:

Ahok di Pertamina

Dinilai Buat Gaduh, Andre Rosiade Usul Ahok Dicopot dari Jabatan Komut Pertamina

Andre menyarankan Ahok melaksanakan tugasnya secara baik, jika memang punya bukti terkait pernyataannya, sebaiknya laporkan saja ke pihak berwenang.

dok. Jaka/Man (dpr.go.id)
Andre saat menyampaikan interupsi dalam Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 yang dipimpin Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mempertanyakan statement Ahok yang ramai dibicarakan publik pasca munculnya cuplikan video yang diunggah oleh satu di antara channel di YouTube pada Senin (14/9/2020).

Menurut Andre, statement itu muncul karena Ahok butuh panggung untuk menunjukkan kinerjanya sebagai komisaris utama Pertamina, namun sayangnya malah mendiskreditkan Pertamina secara umum.

“Statement-statement pak Ahok ini membuat gaduh dan cenderung tanpa dasar. Saya paham pak Ahok butuh panggung, tapi tolong jangan menimbulkan citra negatif untuk Pertamina. Jangan kebanyakan bicara, apalagi pak Ahok orang dalam Pertamina," kata Andre dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. (Instagram @basukibtp/Tribunnews)

Andre menjelaskan, beberapa statement Ahok yang dinilainya tanpa dasar, seperti mengatakan bahwa Pertamina lebih suka beli blok Migas di luar negeri daripada eksplorasi dalam negeri.

Padahal faktanya, kata Andre, banyak eksplorasi dalam negeri yang telah dilakukan Pertamina.

“Statement pak Ahok ini tidak benar. Dalam data yang kami miliki dalam rangka menambah produksi di hulu, pada 2019 Pertamina melakukan pengeboran sekitar 240 sumur eksplorasi dan eksploitasi dengan 800 work over," tutur Andre.

"Lebih dari 60 persen investasi di Pertamina adalah untuk hulu migas. Bahkan, untuk menambah cadangan, sepanjang 2019 Pertamina melakukan studi seismic di 35 cekungan dengan panjang 31.114 km," sambung politikus Gerindra itu.

Untuk menambah produksi dan cadangan hulu migas, kata Andre, diperlukan akuisisi blok hulu migas yang sudah berproduksi, agar bisa langsung menambah cadangan dan produksi migas Pertamina.

"Akuisisi yang dilakukan oleh Pertamina di dalam negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah habis kontrak PSC-nya. Sedangkan akuisisi di luar negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah berproduksi dan memiliki cadangan yang besar," papar Andre.

Baca: Jawab Kritikan Keras Ahok, Pertamina: Kami Menghargai Pernyataan Pak BTP

Baca: Beberkan soal Kebobrokan Sistem di Pertamina, Ahok: Harusnya Kementerian BUMN Dibubarkan

Baca: Ahok Bongkar Kebobrokan BUMN, Andre Rosiade Minta Jokowi dan Erick Thohir Mencopot BTP

Andre pun menyebut pernyataan Ahok soal Pertamina tidak pernah melakukan pembangunan kilang adalah tidak benar dan tanpa data.

“Selama menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, sudah berapa kali sih pak Ahok melakukan kunjungan ke kilang-kilang Pertamina? Setahu saya Pertamina telah membangun Kilang Langit Biru Cilacap Tahun 2015 - 2019," ujarnya.

Andre menyarankan kepada Ahok untuk melaksanakan tugasnya secara baik dan jika memang punya bukti terkait pernyataannya, sebaiknya laporkan saja ke pihak yang berwenang.

"Ada KPK, Kejaksaan dan juga kepolisian. Jangan tuduh sana-sini tapi sebenarnya tidak ada bukti, untuk itu saya usul sebaiknya Presiden Jokowi dan Menteri BUMN copot saja pak Ahok daripada terus membuat kegaduhan yang tidak perlu," ujar Andre.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved