Breaking News:

RUU Cipta Kerja Dinilai Bakal Percepat Hilangnya Hutan di Indonesia

Sudah bisa dihitung secara matematis, provinsi-provinsi ada 5-10 provinsi itu akan mengalami kehilangan hutan lebih cepat

tribun kaltim
ilustrasi hutan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Yayasan Madani Berkelanjutan Muhammad Teguh Surya mengingatkan dampak kerusakan lingkungan jika Rancangan Undang-undang Cipta Kerja disahkan.

Teguh mengatakan terdapat beberapa provinsi yang dapat kehilangan hutan lebih cepat jika RUU Cipta Kerja jadi disahkan.

"Jadi kalau kita baca dokumen RUU Ciptaker yang beredar di ruang publik, maka kita bisa melakukan analisis dan bisa memprediksikan beberapa provinsi itu akan kehilangan hutan alam lebih cepat," ujar Teguh dalam webinar 'Cegah Deforestasi Untuk Indonesia Yang Lebih Sehat', Kamis (24/9/2020).

Dalam slide presentasinya, Teguh membeberkan proyeksi provinsi yang akan kehilangan hutan alam akibat deforestasi. Proyeksi ini menggunakan angka laju deforestasi per tahun.

Provinsi yang diproyeksikan akan mengalami kehilangan hutan alam lebih cepat adalah Jawa Tengah pada tahun 2056, Bangka Belitung pada 2054, Sumatera Selatan dan Jambi 2038, serta Riau pada 2032.

Baca: Daftar 5 Hutan di Inggris yang Terkenal Menyeramkan, Pengunjung Sering Diganggu Penampakan

"Sudah bisa dihitung secara matematis, provinsi-provinsi ada 5-10 provinsi itu akan mengalami kehilangan hutan lebih cepat," tutur Teguh.

Dirinya mengatakan kerusakan hutan memberikan kontribusi yang signifikan pada meluasnya atau meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan.

Sementara, Teguh menilai pada RUU Cipta Kerja ada pasal yang melemahkan Setgab perlindungan hutan dan lingkungan. Menurut Teguh, hal ini merupakan bukti pelonggaran terhadap pengawasan pelestarian hutan.

Dirinya mengatakan jika disahkan RUU Cipta kerja akan mempercepat berkurangnya hutan serta menambah intensitas kebakaran hutan.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved