Kamis, 28 Mei 2026

Atasi Resesi, AHY Harap Pemerintah Contoh SBY Hadapi Krisis 2008

AHY menyebut, keluarnya Indonesia dari krisis ekonomi global pada 2008 karena bersatunya semua pihak untuk mengatasi krisis

Tayang:
Istimewa
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Gedung DPR, Kamis (6/8/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pandemi Covid-19, telah menekan perekonomian nasional.

"Pada kuartal III ini, kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi masih negatif. Ini berarti kita berada di tepi jurang resesi," ujar AHY dalam siaran tv nasional, Jakarta, Sabtu (25/9/2020).

Menurutnya, hampir semua sektor utama yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto mengalami konstruksi.

Hal tersebut, kata AHY, dapat meningkatkan angka pengangguran secara nasional hingga 12,7 juta jiwa dan akhirnya berimplikasi pada naiknya angka kemiskinan, serta ketimpangan sosial di masyatakat.

Baca: AHY: Jangan Sampai Karena Pilkada, Muncul Klaster Baru Covid-19 di Daerah

"Saya ingin mengingat, sebuah fakta sejarah 12 tahun lalu. Meski ada perbedaan dari segi penyebab krisisnya, di mana pada 2018 akibat financial crash di Amerika Serikat, saat ini disebabkan Covid-19. Tetapi keduanya, memiliki dampak yang sama, yakni terjadinya krisis ekonomi global," papar AHY.

"Di bawah kepemimpinan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Partai Demokrat menjadi the ruling party, bersama-sama bisa keluar dari krisis itu," sambung AHY.

AHY menyebut, keluarnya Indonesia dari krisis ekonomi global pada 2008 karena bersatunya semua pihak untuk mengatasi krisis.

Baca: Resesi di Depan Mata, Kemenkeu: Dampak Covid, 92 Persen Negara di Dunia Alami Krisis

Ada kesatuan komando dan kerja sama yang baik, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, para ekonom, pelaku dunia usaha, baik besar maupun kalangan UMKM, serta dukungan seluruh masyarakat.

"Melalui keep buying strategy, kita bisa menahan, jatuh bebasnya demand, sehingga bisnis tetap bisa bergerak," ucap AHY.

Sementara, golongan miskin dan kurang mampu, kata AHY, dibantu melalui bantuan langsung tunai, sehingga
masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Dunia usaha juga dibantu, untuk mencegah gelombang PHK besar-besaran. Kebijakan stimulus  fiskal, juga mampu menjaga kepercayaan pasar, di Indonesia. Saya yakin, bahwa sekarang pun, kita bisa melakukan hal yang sama," papar AHY.

"Untuk itu, guna mengatasi tekanan ekonomi, akibat pandemi ini, diperlukan upaya yang konseptual, sistematis, dan nyata, untuk memulihkan perekonomian kita," sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved