Gadis Bali Ini Akhirnya Tercapai Impiannya Kerja di Perusahaan Travel Jepang
Di Bali sempat bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia, tapi pada saat itu Bahasa Jepang tidak terpakai.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM – Tidak mudah kadang upaya mencapai impian yang kita inginkan. Tapi Kadek Denba Gusmantari biasa dipanggil Denba atau Eba, gadis Bali ini dengan mulus merealisasikan impiannya menjadi kenyataan.
”Saya lahir di Buleleng, Singaraja, Bali, lulusan Sastra Jepang di STIBA Saraswati Denpasar. Sejak kecil memang bercita-cita kerja di perusahaan travel,” ungkap Eba khusus kepada Tribunnews.com.
Di Bali sempat bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia, tapi pada saat itu Bahasa Jepang tidak terpakai.
“Namun akhirnya saya memutuskan untuk selesai bekerja di sana lalu memberanikan diri berangkat ke Jepang untuk mengasah kembali Bahasa Jepang yang sudah saya pelajari dulu saat sedang di bangku kuliah, karena terbaik belajar langsung di negeri Sakura ini.”
Kemudian masuk sekolah Bahasa Jepang di kota Yamato, Kanagawa selama 1,5 tahun.
“Karena terlalu semangatnya di kelas, saat upacara kelulusan kepala sekolah memberikan hadiah berupa uang tunai dan sertifikat dengan kategori siswa paling bersemangat di sekolah. Sebuah anugerah yang tak pernah saya lupakan.”
Seorang sensei (guru) pun sempat bertanya mau ke mana, yang dijawab Eba mau kerja di perusahaan travel.
“Sensei memberi saran, alangkah baiknya kalau melanjutkan ke senmon gakko (sekolah kejuruan) travel. Tapi saat itu saya tetap teguh memilih untuk mencoba melamar kerja. Saya sangat yakin dengan kemampuan sendiri. Setelah lulus N2 pada saat itu , saya memberanikan diri melamar kerja di salah satu perusahaan travel. Namun sebelumnya sempat ikut pendidikan menjadi seorang guide di Yoyogi, Tokyo hingga lulus dan kini punya Lisensi Guide.”
Berlanjut melamar ke MS Tourist yang kebetulan sedang membuka lowongan kerja, akhirnya diterima setelah melewati dua kali wawancara.
“Senang sekali impian saya tersampaikan dan sempat membawa serta menangani tour orang Indonesia yang datang ke Jepang dalam rombongan.”
Berawal menjemput rombongan di bandara Haneda, menangani koper mereka, memperkenalkan diri sebagai Tour Guide.
“Beruntung semua sangat ramah dari sebuah lembaga pendidikan di Bandung. Sempat gugup juga sih. Tapi tak lama hilang karena anggota tour ramah dan antusias mendengarkan penjelasan saya.”
Berkunjung ke sekolah di jepang melihat kurikulum dan cara mengajar salah satu sekolah yang ada di Suginami Tokyo Jepang. Syukurlah semua lancar bertemu Kepala Sekolah dan dipandu sendiri oleh nya mendengarkan sejarah pendirian sekolah. Rombongan tentu juga berfoto bersama seusai kunjungan keliling sekolah.
“Memang melelahkan , tetapi melihat para tamu tertawa bercanda membuat semangat saya bangkit kembali. Ternyata menyenangkan menjadi guide dan bekerja di MS Tourist, membuat saya kembali semangat bekerja melihat para tamu tersenyum, dan tertawa, menandakan bahwa mereka sangat puas dengan tour yang dikelola MS Tourist yang saya lakukan.”
Eba mengaku bersyukur bisa melanjutkan kerjanya sejak tahun lalu ini hingga sekarang, namun tetap merasa perlu pengembangan diri lebih lanjut sehingga bisa lebih profesional lagi.
“Meskipun kita berusaha kuat ternyata semua keberhasilan itu juga tak lepas dari dukungan dan kerjasama dari para tamu menjadikan acuan saya ingin memperbaiki dan melakukan yang terbaik lagi apabila ada kesempatan tur-tur berikutnya.”
Mengapa demikian? Eba melihat para tamunya yang ikut Tour MS Tourist tampaknya sangat puas juga dengan pilihan menu makanan, hotel, “Serta juga keramahan kita semua para staf MS Tourist,” tekannya lagi.
Lalu bagaimana dengan masa pandemi Corona saat ini?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kadek-denba-nih3.jpg)