Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan Indonesia dan Korea Selatan Tengah Mengembangkan Kerja Sama Vaksin Covid-19

Retno mengatakan perusahaan vaksin Indonesia dan Korsel saat ini juga tengah mengembangkan kerja sama vaksin yaitu antara Genexine dengan Kalbe Farma.

Tayang:
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Dewi Agustina
Kemlu RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi selaku presiden Dewan Keamanan (DK) PBB, memimpin langsung Debat Terbuka Virtual Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Pandemi dan Tantangan Bina Damai, Rabu (12/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Deputi Menlu Bidang Urusan Politik Korea Selatan (Korsel), Kim Gunn melakukan kunjungan kehormatan ke Indonesia pada tanggal 28 September 2020 yang lalu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan salah satu tujuannya membahas kerja sama bidang kesehatan termasuk soal vaksin.

"Di bidang kesehatan, dari sejak awal Korea Selatan adalah mitra penting Indonesia dalam penyediaan kelengkapan kesehatan yang diperlukan dalam penanganan Covid termasuk APD,” kata Menlu Retno dalam konferensi pers daring, Rabu (30/9/2020).

Retno mengatakan perusahaan vaksin Indonesia dan Korea Selatan saat ini juga tengah mengembangkan kerja sama vaksin yaitu antara Genexine dengan Kalbe Farma.

Baca: Sebaran Virus Corona Indonesia Rabu (30/9/2020): DKI Kembali Catat Kasus Baru dan Sembuh Terbanyak

Wakil dari Korea Selatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam mengedepankan multilateralisme, termasuk dalam hal kerja sama vaksin.

"Wamenlu mencermati dengan baik pesan yang disampaikan dalam pernyataan para Menlu ASEAN tanggal 8 Agustus 2020 mengenai komitmen ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan masing-masing negara juga bahas kerja sama yang terus dilakukan bahkan di tengah pandemi, termasuk kemitraan di bidang ekonomi.

Baru-baru ini, Menteri BUMN dan Kepala BKPM melakukan kunjungan singkat ke Seoul, dan menghasilkan kerja sama konkrit.

Di antaranya membahas investasi dengan nilai investasi Rp 5,1 triliun, yang dapat mempekerjakan 1.300 tenaga kerja Indonesia dengan pabrik kaca Korsel, KC Glass.

Ada pula pengembangan industri baterai mobil listrik dengan perusahaan LG Chem. Menlu mengatakan ini merupakan investasi yang sangat besar yang masih terus dihitung angkanya

"Selanjutnya, kerja sama dengan Sejin Fashion, di bidang garmen dan alas kaki, dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun, dan dapat menyerap lebih dari 4.000 pekerja lokal," kata Menlu.

Deputi Menlu Kim Gunn juga telah menyampaikan undangan dari Menlu Kang Kyung-wha untuk melakukan Joint Ministerial Commission di Seoul akhir tahun ini.

Indonesia juga turut diajak berpartisipasi pada UN Peacekeeping Operations Ministerial Meeting tahun depan.

"Karena Indonesia dinilai memberikan kontribusi yang sangat signifikan di dalam Peacekeeping Operations," kata Menlu.

Indonesia dan Korea sendiri sudah mulai implementasikan travel corridor arrangements for essential business and official visits (TCA), yang berlaku sejak 17 Agustus 2020.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved