UU Cipta Kerja
Kadin: Meski UU Cipta Kerja Jamin Investasi, Perlu Attitude Birokrasi dan Konsistensi Kebijakan
Anton mengatakan dunia butuh tempat investasi, dan Indonesia diincar sebagai lokasi investasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Disahkannya UU Cipta Kerja menimbulkan pro dan kontra, tak hanya dari perspektif buruh, tetapi juga dari sisi pengusaha.
Menurut Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), terlepas dari kekurangan dan kritik terhadap Omnibus Law, UU Cipta Kerja ini menjamin investasi yang bakal masuk tanah air.
"Tinggal sekarang pelaksanaannya tentunya ini kan tidak cukup dengan UU, tapi bagaimana attitude birokrasi, konsistensi kebijakan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industri, Anton J Supit, dalam diskusi Polemik bertajuk 'Pro Kontra UU Cipta Kerja', Sabtu (10/10/2020).
Pasalnya, Anton mengatakan dunia butuh tempat investasi, dan Indonesia diincar sebagai lokasi investasi.
"Tapi kalau kita tak membereskan masalah iklim investasi, terpaksa yang mereka cari tempat investasi yang baru, kita harus ada ketegasan, soal populer atau tidak itu nomor kedua," lanjutnya.
Baca: Buruh Tolak UU Cipta Kerja, Pengusaha Sampaikan Keheranan
Berhasil atau tidaknya, dikatakan Anton, justru sejarah yang akan membuktikan hal tersebut.
Hal itu dia contohkan bagaimana Presiden Amerika Serikat George Herbert Walker Bush yang memiliki janji kampanye tak menaikkan pajak, tetapi di satu sisi langkan menaikkan pajak harus diambil.
Dia konsisten tak menaikkan pajak, sementara Amerika dilanda krisis ekonomi.
Akhirnya, karena keputusannya itu, Bush sebagai petahanan kalah oleh Bill Clinton dalam Pilpres US tahun 1992.
"Apakah dengan Omnibus Law ini bangsa kita akan lebih baik atau lebih jelek, dan saya yakin kalau ini secara konsisten dijalankan, akan lebih baik terlepas kritikan dari segala lapisan masyarakat beredar di mana-mana," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anton-j-supit_20160404_212422.jpg)