Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Perludem : Pemilu 5 Kotak Suara Sangat Berat, Rumit dan Cenderung Buat Pemilih Tak Rasional

Menurut anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, pemilu 5 kotak suara sangatlah rumit dan memiliki kecenderungan membuat pemilih tak rasional.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Webinar 'Evaluasi 15 Tahun Tata Kelola Pelaksanaan Pilkada Langsung', Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan umum yang digelar pada tahun 2019 lalu adalah pemilu 5 kotak suara.

Dimana pemilih harus memberikan suara untuk Pilpres, anggota DPD, DPR RI, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota.

Menurut anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, pemilu 5 kotak suara sangatlah rumit dan memiliki kecenderungan membuat pemilih tak rasional.

"Pemilu lima kotak itu adalah penyelenggaraan praktik elektoral yang sangat berat, kompleks, rumit dan cenderung membuat pemilih tidak rasional," ujar Titi, dalam webinar 'Evaluasi 15 Tahun Tata Kelola Pelaksanaan Pilkada Langsung', Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Epidemiolog UI: Ada Upaya Tekan Testing Covid-19 Demi Pilkada 2020

Titi menjelaskan ketidakrasionalan pemilih terbukti dengan perhatian mereka yang tertuju pada Pilpres semata.

Sementara perhatian kepada empat kotak lainnya atau suara yang diberikan cenderung asal-asalan.

Terbukti dalam pemilu serentak 2019 silam, jumlah surat suara tidak sah pada pemilihan DPD dan DPRD sangatlah tinggi.

Surat suara banyak yang tak dicoblos atau justru dicoblos lebih dari satu kali.

"Ini akibat distribusi isu yang tidak setara dan didominasi oleh Pilpres," jelas Titi.

Baca juga: Perludem: Pemberian Sanksi Pidana Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan Hanya Menambah Masalah

Persoalan lain juga mengancam, seperti halnya kesehatan bagi penyelenggara pemilu yang bertugas.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved