Selasa, 21 April 2026

Virus Corona

Menko PMK Ungkap Pesan Jokowi untuk Hati-hati Manfaatkan Vaksin Buatan dalam Negeri

Menurut Muhadjir, Jokowi berpesan agar penggunaan vaksin Merah Putih tidak boleh tergesa-gesa.

Istimewa/ Humas Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendy. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemanfaatan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang dikenal sebagai vaksin Merah Putih.

Menurut Muhadjir, Jokowi berpesan agar penggunaan vaksin Merah Putih tidak boleh tergesa-gesa.

"Intinya presiden pesan betul untuk hati-hati di dalam pemanfaatan vaksin hasil inovasi dalam negeri ini. Harus cepat tapi tidak boleh grasah-grusuh, harus dihitung betul termasuk by name by address-nya," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Muhadjir mengatakan pemerintah menargetkan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dari vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Menko PMK Ungkap Alasan Presiden Ingin UU Cipta Kerja Segera Dilaksanakan

Vaksinasi Covid-19, menurut Muhadjir, nantinya tidak harus dilakukan kepada semua orang. Mengacu pada standar WHO, vaksinasi hanya dilakukan terhadap 70 persen dari populasi dengan asumsi di wilayah tersebut semuanya terpapar.

Selain itu, Muhadjir menegaskan pemerintah mendukung terhadap upaya pengembangan riset dan inovasi di tengah pandemi, khususnya bidang kesehatan.

"Pandemi ini juga menjadi berkah dalam mendorong pengembangan teknologi dalam negeri. Kalau tidak ada Covid-19 belum tentu kita bisa menyongsong era yang sangat mencerahkan ke depan," ucap Muhadjir.

Seperti diketahui, vaksin Merah Putih kemungkinan dapat tersedia pada tahun depan.

Saat ini dua institusi, Lembaga Bio Molekuler (LBM) Eijkman dan Universitas Indonesia, telah melakukan uji hewan pada bibit vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkannya.

"Harapannya kalau semua lancar, mudah-mudahan paling cepat Triwulan ketiga tahun 2021, vaksin Merah putih sudah bisa tersedia ya untuk dalam jumlah besar dan bisa divaksinasi," ujar Menristek Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers daring, Selasa (20/10/2020).

Saat ini vaksin Merah Putih dikembangkan oleh enam lembaga dalam negeri, yakni LBM Eijkman, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Enam lembaga tersebut mengembangkan vaksin Covid-19 dengan metode yang berbeda. Eijkman mengembangkan dengan platform protein rekombinan, UI dengan platform DNA, MRNA, dan virus-like particle.

Sementara Universitas Airlangga adenovirus, ITB juga adenovirus, sementara Universitas Gajah Mada menggunakan protein rekombinan dan LIPI juga dengan protein rekombinan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved