Letkol Villa Bertugas Bantu Koordinasikan Renovasi Masjid dan Klinik di Sudan

Villa sapaan akrabnya didapuk di tim United nation African Union Mission (Unamid) sebagai Chief U9 Civil Military Co-operation (Cimic).

Ist
Letnan Kolonel (Letkol) Revilla Oulina menjadi salah satu anggota TNI yang ditugaskan menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB di Sudan, Afrika Utara. Letkol Revilla yang berasal dari Wanita TNI Angkatan Udara (WARA) ini dipercaya menjadi Chief U9 United Nation African Union Mission (Unamid). (ist) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Letnan Kolonel (Sus.) Revilla Oulina Piliang bertugas membantu sejumlah proyek pembangunan untuk masyarakat Sudan, seperti renovasi masjid dan klinik.

Villa sapaan akrabnya didapuk di tim United nation African Union Mission (Unamid) sebagai Chief U9 Civil Military Co-operation (Cimic).

Villa mengkoordinasikan dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat Sudan. Seperti kebutuhan untuk air hingga kebutuhan bangunan, yakni tempat ibadah atau klinik kesehatan.

"Iya itu bagian dari Cimic. Jadi misalnya dari Unamid itu kan banyak kontingen ada yang dari Pakistan, China, Indonesia, di tempat satgas itu mereka mau membantu renovasi rumah ibadah," tutur Villa di kantor Tribunnews, Palmerah, Jakarta (10/23/20).

Cimic bertemu dengan perwakilan di daerah Sudan, seperti camat untuk berkoordinasi apa sekiranya yang diperlukan untuk di daerah tersebut.

"Kita tanya jadi apa yang dibutuhkan, misal di sini rumah ibadah, kita mau renovasi ini, kira-kira budget berapa, seperti itu," tutur Villa.

Setelah itu, baru diajukan ke Unamid untuk disetujui atau tidak. Sebab harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti biaya proyek tidak boleh lebih dari 5000 USD atau sekira Rp 73 juta.

Baca juga: Cerita Letkol Villa Perempuan Pertama Dunia Jadi Komandan PBB Bertamu di Sudan

"Ada persyaratannya misal tidak melebihi 5000 USD, waktunya terbatas maksimal tiga bulan harus selesai proyeknya," kata Villa.

Bisa bertugas ke Sudan, bagi Villa adalah pengalaman yang sangat berharga. Bisa bertemu dengan masyarakat dan bertatap muka langsung. Melihat bagaimana kondisi masyarakat terdampak perang di sana.

"Melihat bagaimana kehidupan mereka. Melihat hunian mereka atapnya dari rumbia, saya pernah masuk ke dalam. Kita masuk itu nunduk, tapi di tengahnya bisa berdiri. Tidak ada alas, dan lantainya pasir. Jadi kalau cuci piring, kata mereka itu, "Buang saja langsung di situ, nanti menyerap,". Di sana saya lihat tidak ada sumber air. Makanya dari UN suplai air bersih untuk dibagikan ke masyarakat," tutur Villa.

Villa merupakan wanita kelahiran Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman 46 tahun lalu, mengenyam pendidikan tinggi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang lulus pada 1990.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Perwira Karier PAPK V dan lulus pada 1998.

Kariernya sebagai prajurit kemudian dimulai melalui Pendidikan Seskoau pada 2015 di Lembang Bandung.

Kemudian, ibu dua anak ini melanjutkan dinasnya di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (SEKKAU) Halim Perdana Kusuma Jakarta sejak tahun 2018, dan kini Villa bertugas di Puskersin Mabes TNI, Jakarta.

Villa sendiri mulai ditugaskan di Sudan, Afrika Utara, sejak Juni 2017, diawali dari Kota Elfasher.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved