Rabu, 6 Mei 2026

Virus Corona

Libur Panjang Cuti Bersama Maulid Nabi, Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

Masyarakat dinilai perlu mewaspadai kenaikan angka Covid-19 di momen libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tayang:
Editor: Daryono
freepik
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat dinilai perlu mewaspadai kenaikan angka Covid-19 di momen libur panjang cuti bersama.

Diketahui pemerintah menjadikan 28 Oktober dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 29 Oktober.

Dengan demikian akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menginstruksikan jajarannya untuk mengantipasi agar momen libur panjang tidak berujung pada lonjakan kasus Covid-19.

Tito Karnavian
Tito Karnavian (Dok Kemendagri)

Baca juga: Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf : Kebijakan PSBB Dinilai Tepat daripada Lockdown

Menindaklanjuti arahan Jokowi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/5876/SJ tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020.

SE ini ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota seluruh Indonesia.

SE yang ditandatangani Tito tanggal 21 Oktober 2020 tersebut berisi instruksi kepada para kepala daerah agar mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan saat libur panjang.

Selain itu juga menjaga kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Kemendagri: Mendagri Tak Pernah Larang Peringatan Maulid Nabi SAW

“Surat edaran ini tolong dapat diterima dan sekaligus diterjemahkan kembali, semua kembali kepada local wisdom, karakteristik wilayah masing-masing," ungkap Mendagri dalam rapat virtual, Kamis (22/10/2020) dilansir setkab.go.id.

"Ini silakan dengan rapat Forkopimda mengambil keputusan,” imbuh Tito.

Tito berharap para kepala daerah bersama Forkopimda melakukan tindak lanjut untuk mengidentifikasi potensi kerawanan penularan di daerah masing-masing.

“Aktifkan kembali mekanisme pertahanan pengendalian Covid-19 seperti saat libur lebaran Idul Fitri kemarin, misalnya melalui Kampung Tangguh, Desa Tangguh, RT Tangguh, RW Tangguh, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca juga: Update Corona 23 Oktober WNI di Luar Negeri: 1.661 Positif, 1.199 Sembuh, 151 Meninggal

Tito juga meminta para kepala daerah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, seperti pengelola tempat wisata.

“Antisipasi, identifikasi, dan lakukan koordinasi dengan semua stakeholder: hotel, restoran, tempat wisata, dan lain-lain,” ujarnya.

Dalam SE tersebut Tito juga meminta kepala daerah mengimbau masyarakat untuk dapat bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Seperti banjir dan longsor, berpedoman pada prediksi BMKG.

Imbauan Warga Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau warga Ibu Kota tidak bepergian ke luar kota selama libur panjang pekan depan.

Riza menyebut imbauan tidak pergi ke luar kota disampaikan guna menghindari lonjakan kasus Covid-19.

"Kita menghindari jangan sampai sekarang yang sudah terjadi perlambatan, jangan sampai terjadi peningkatan lagi akibat banyaknya warga kita keluar kota," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: BMKG Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sabtu, 24 Oktober 2020: DKI Jakarta Hujan Lebat Disertai Angin

Dilansir Kompas.com, Riza meminta warga Ibu Kota memanfaatkan waktu libur untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.

"Kita minta warga Jakarta sedapat mungkin kalau bisa diurungkan niat libur panjangnya, cukup liburan di rumah bersama keluarga, berkumpul sama keluarga, jauh lebih baik," ujar Riza.

Diketahui Provinsi DKI Jakarta saat ini menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi jilid II selama dua pekan.

PSBB transisi jilid II terhitung dari 12 hingga 25 Oktober 2020.

Kasus Covid-19

Sementara itu jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Dilansir laman covid19.go.id, terdapat tambahan 4.369 pasien per Jumat (23/10/2020).

Sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menjadi 381.910 pasien.

Penambahan pasien sembuh sebanyak 4.094 orang.

Sehingga jumlah pasien yang sembuh menjadi 305.100 di seluruh Indonesia.

Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam sebanyak 118 orang.

Sehingga total ada 13.077 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga hari ini.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto) (Kompas.com/Rindi Nuris Velarosdela)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved