Rabu, 6 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah

Dipanggil Prabowo ke Istana, Bos BI Ungkap Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ada Faktor Global

Bos BI Perry Warjiyo mengungkap penyebab rupiah tertekan karena faktor global usai pertemuan dengan Presiden di Istana Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas mengangkat mata uang rupiah di Kantor Cabang Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (5/3/2026). nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS. Bos BI Perry Warjiyo mengungkap penyebab rupiah tertekan karena faktor global dan musiman usai pertemuan dengan Presiden di Istana Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri ekonomi dan pimpinan Bank Indonesia (BI) ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
  • Pertemuan tersebut, salah satunya membahas soal nilai tukar rupiah yang sedang tertekan.
  • Bos BI, Perry Warjiyo, membeberkan penyebab rupiah tertekan, yakni faktor global dan musiman. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memicu perhatian pemerintah.

Seperti pada Selasa (5/5/2026) ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,17 persen ke Rp 17.424 per dolar AS.

Sementara dilihat pada situs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32 persen secara harian ke Rp 17.425 per dolar AS. 

Bersamaan dengan tertekannya nilai tukar rupiah ini, Presiden RI Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri ekonomi dan pimpinan Bank Indonesia (BI) ke Istana Negara, Jakarta. 

Pertemuan tersebut, untuk membahas soal ekonomi sekaligus merumuskan langkah penanggulangan permasalahan nilai tukar rupiah.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, ada sejumlah faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah tertekan akhir-akhir ini. 

Hal itu, kata Perry Warjiyo dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo. Bahkan, Presiden sempat memberikan arahan dan penguatan terkait nilai tukar rupiah. 

"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan dari bapak presiden tentang nilai tukar rupiah. Nilai tukar sekarang ini undervalued (di bawah nilai fundamentalnya). Kedepan diyakini akan stabil dan menguat," ucapnya setelah pertemuan di Istana, Selasa. 

Kenapa nilai tukar rupiah undervalued?

"Fundamental kita kuat, pertumbuhan sangat tinggi 5,61 persen, inflasi rendah, kredit tumbuh tinggi, dan cadangan devisa kuat. Nah ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah stabil dan cenderung menguat," jawab Bos BI itu.

Perry Warjiyo pun membeberkan faktor-faktor penyebab rupiah tertekan, yakni pengaruh global dan faktor musiman. 

"Kenapa dalam jangka pendek ada tekanan nilai tukar? (karena) ada faktor global dan faktor musiman," ucapnya. 

Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, DPR Ingatkan Tantangan Global dan Tekanan Terhadap Rupiah

Disebutkan Perry Warjiyo, faktor global tersebut, meliputi harga minyak tinggi, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, dolar menguat, dan terjadinya pelarian modal dari emerging market (pasar berkembang) termasuk Indonesia.

Sementara dilihat dari faktor musiman, ada permintaan terhadap dolar tinggi pada Bulan April-Mei-Juni 2026.

Pada rentang waktu tersebut, ada pembayaran Repatriasi dividen hingga pembayaran hutang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved