Breaking News:

UU Cipta Kerja

Pidato di HUT Golkar, Airlangga: UU Cipta Kerja Sebuah Terobosan Historis dan Tanpa Paksaan

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan UU Cipta Kerja adalah sebuah terobosan historis.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan UU Cipta Kerja adalah sebuah terobosan historis.

"Sebab untuk pertama kalinya reformasi ekonomi Indonesia dilakukan lewat lembaga perwakilan yang demokratis, tanpa desakan dan paksaan siapa pun," ujar Airlangga saat pidato dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Partai Golkar, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: PKS Ungkap Ada Hal Substantif yang Berubah pada UU Cipta Kerja Setebal 1.187 Halaman

Baca juga: Di HUT Golkar ke-56, Menkeu Dukung Pengembangan Ekonomi Digital

Menurut data Bank Dunia, di negara-negara Asia, pemulihan dan prospek ekonomi Indonesia berada dalam kategori terdepan. Bahkan, dalam dua atau tiga tahun mendatang, kebangkitan kembali ekonomi Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Airlangga mengatakan, tentu saja, semua itu tidak akan datang dengan sendirinya. "Kita harus bekerja keras dalam mewujudkannya. Dalam konteks inilah, pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR sangat perlu diapresiasi," katanya.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Persoalan Ini Lebih Penting Ketimbang Menjaga Inflasi

Undang-undang ini adalah hasil kerjasama produktif dari begitu banyak pihak, baik di DPR, eksekutif, maupun berbagai elemen masyarakat. Secara khusus, apresiasi yang dalam harus kita berikan kepada Presiden Jokowi dan koalisi partai pendukung beliau.

Pada esensinya, kata Airlangga, UU Cipta Kerja adalah sebuah terobosan historis, sebab untuk pertama kalinya reformasi ekonomi Indonesia dilakukan lewat lembaga perwakilan yang demokratis, tanpa desakan dan paksaan siapa pun.

"Terobosan besar ini adalah wujud dari kesadaran kita, sebagaimana yang sering ditegaskan oleh Presiden Jokowi, bahwa kemajuan dan kesejahteraan Indonesia tidak bisa ditawar. Adalah tugas mulia bagi kita semua untuk mencapainya, sesuai dengan semangat zaman yang terus berubah dan berkembang," katanya.

Menko Perekonomian ini juga menjelaskan, setiap tahun 3 juta generasi muda Indonesia lulus sekolah di berbagai tingkat dari mulai SMK, SMA dan perguruan tinggi.

Generasi muda ini sangat membutuhkan lapangan kerja yang terbuka. Selain itu, pendemi corona telah menyebabkan sekitar 3 juta penganggur baru, menambah jumlah yang semula berada di kisaran 13 juta penduduk.

"Itulah salah satu tantangan terbesar kita. Insya Allah, di tahun-tahun mendatang, dengan terobosan baru UU Cipta Kerja, serta dengan peran aktif semua pihak, Indonesia akan berhasil mengatasi tantangan besar ini," ungkapnya.

Selain itu, lewat undang-undang strategis ini, kita ingin membuka kesempatan luas kepada semua pihak untuk berusaha dan memajukan usaha mereka, khususnya sektor Usaha Kecil dan Menengah, atau UMKM.

Airlangga menuturkan, dengan melakukan harmonisasi peraturan, serta dengan menyederhanakan dan memangkas berbagai aturan yang berbelit, kita mendudukkan peran pemerintah, baik di pusat dan di daerah, sebagai pelayan masyarakat yang lebih efektif. Pemerintah menjadi pendorong, bukan penghambat, bagi rakyat kita untuk meningkatkan peri kehidupan mereka.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan kini saatnya kita menyadari bahwa dalam perkembangan dunia saat ini, faktor penentu kemajuan sebuah bangsa terletak pada inovasi dan kreativitas berusaha, pada ketangguhan dalam bekerja, pada kemampuan adaptif, serta pada peran pemerintahah yang tepat, strategis, dan efektif.

"Kita harus bangga, bahwa dalam situasi keprihatinan saat ini, Indonesia menjadi negara pertama yang melakukan langkah-langkah reformasi struktural dan reformasi birokrasi untuk merebut masa depan yang lebih baik," katanya.

"Itulah esensi pemikiran yang berada di balik terobosan besar UU Cipta Kerja. Dengan semua ini, kita ingin bergerak lebih cepat lagi dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia."

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved