Breaking News:

Komisi IV DPR Desak Kementerian LHK Pastikan Pembangunan 'Jurasic Park' Tak Rusak Konservasi Komodo

Foto tersebut menunjukkan bahwa satu di antara bukti ketidaknyamanan satwa langka dan dilindungi ini terhadap aktivitas tersebut.

Instagram/gregoriusafioma
Foto seekor komodo yang menghadang sebuah truk, menjadi viral di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Viral foto seekor komodo menghadang mobil truk pengangkut material di kawasan pembangunan kawasan wisata di Taman Nasional Komodo (TNK), di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam foto yang viral, tampak komodo berada hanya jarak dalam beberapa meter dari bagian moncong truk yang membawa material untuk pembangunan geopark yang digagas pemerintah pusat sebagai "Jurassic Park".

Foto tersebut menunjukkan bahwa satu di antara bukti ketidaknyamanan satwa langka dan dilindungi ini terhadap aktivitas tersebut.

Baca juga: Walhi Khawatir Pembangunan Jurassic Park Justru Buat Komodo Tersiksa, Ini Bantahan Pemprov NTT

Menanggapi hal itu, Komisi IV DPR mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjelaskan perihal pembangunan Jurassic Park yang berpotensi mengganggu ekosistem dan konservasi komodo.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus bertanggung jawab menjelaskan dan memastikan sejauh mana pembangunan Jurasic Park tidak merusak konservasi yang melindungi dan menjaga habibat hewan Indonesia yang dilindungi," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan saat dihubungi Tribunnews, Senin (26/10/2020).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan, agar pembangunan tidak hanya mementingkan aspek ekonomi semata.

Baca juga: Trending #SaveKomodo di Twitter, Warganet Khawatir Habitat Pulau Komodo Rusak, Ini Kata Pemerintah

Sebab, menurut Daniel, mayoritas masyarakat setempat menolak pembangunan Jurassic Park Indonesia karena akan merusak habitat komodo.

"Aspek ekologis dari pembangunan proyek strategis nasional tersebut sudah sesuai aturan apa belum, jangan sampai pembangunan hanya melihat dari sisi ekonomi sekedar mendatangkan wisatawan," ujarnya.

"Jika dilihat dari kronologinya masyarakat sekitar menolak adanya proyek tersebut karena akan menyebabkan terganggunya habitat komodo," imbuhnya.

Oleh karena itu, Komisi IV DPR meminta pemerintah dalam membangun suatu proyek harus mendengarkan aspirasi masyarakat sekitar, serta memastikan seluruh aspek.

"Memastikan aspek lingkungan, aspek sosial, aspek psikologi masyarakat, dan aspek ekonomi masyarakat sekitar bisa berjalan secara komprehenshif, tidak hanya dari satu sisi saja," pungkas Daniel.

Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved