Breaking News:

Sandiaga Masuk Bursa Calon Ketua Umum, Ini Pesan Pengamat untuk PPP

Nama Sandiaga Uno ramai menjadi perbincangan karena masuk ke dalam bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

WartaKota/Istimewa
Sandiaga Uno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Sandiaga Uno ramai menjadi perbincangan karena masuk ke dalam bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menanggapi hal itu, analis politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengingatkan PPP untuk berhati-hati jangan sampai di-bully oleh masyarakat.

"Jangan sampai PPP jadi bully-an karena 'menaturalisasi' caketum mereka (jika menunjuk Sandiaga Uno, - red)," ujar Adi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Sandiaga Uno Digadang Jadi Ketua Umum PPP, Elite Gerindra: Saya Yakin Dia Tak Akan Terima

Adi mengatakan akan kemana arah isu Sandiaga sangat bergantung pada kebijakan PPP sendiri.

Menurutnya, Sandiaga terbilang sangat layak jika PPP membutuhkan calon ketua umum dari eksternal.

"Kalau butuh caketum eksternal tentu nama Sandiaga sangat layak. Dari segala penjuru mata angin, Sandiaga memenuhi kualifikasi jadi Ketum PPP. Problemnya itu PPP mau tidak Ketum mereka orang luar yang tak punya darah PPP?" tanya dia.

Di sisi lain, Adi juga mencermati mengapa isu Sandiaga bisa merebak luas. Bahkan bukan tak mungkin publik akan menduga nama mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu muncul karena PPP tengah mengalami krisis kader.

Baca juga: Pengamat: Sandiaga Uno Mau Jadi Ketua Umum PPP Asalkan Pasti Terpilih

Padahal menurut Adi, banyak kader PPP yang cukup dapat diperhitungkan untuk menjadi orang nomor satu di partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Tentu publik menduga munculnya nama Sandiaga karena PPP saat ini krisis kader. Atau bisa jadi PPP tidak percaya diri figur mereka sendiri untuk menahkodai PPP ke depan. Padahal banyak nama keren seperti Suharso Monoarfa, Arsul Sani, Arwani Thomafi, Achmad Baidowi, dan sebagainya," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved