Breaking News:

Heran Massa Rusak Fasilitas Umum Saat Demo UU Ciptaker, Megawati: Mending Bisa Kalau Diminta Ganti

Megawati heran mengapa massa merusak fasilitas umum. Padahal, para perusak fasilitas umum tersebut belum tentu mampu membayar ganti rugi.

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali mengungkapkan kegusarannya terkait perusakan sejumlah fasilitas umum saat aksi demo tolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

Ia pun bertanya-tanya mengapa massa merusak fasilitas umum.

Padahal, para perusak fasilitas umum tersebut belum tentu mampu membayar ganti rugi atas perusakan yang dilakukan.

Hal tersebut Megawati ungkapkan saat pidato pembukaan Rakorbidnas Kebudayaan PDI-P, Sabtu (31/10/2020).

"Ngapain (demo) maunya merusak saja," ujar putri Presiden pertama Indonesia tersebut.

"Mending dia bisa kalau disuruh bayar, ganti," imbuhnya.

Baca juga: Seusai Pertanyakan Sumbangsih Milenial, Megawati: Ngapain Saya Di-bully, Orang Benar Kok

Baca juga: Bela Megawati, Arteria Dahlan Sebut Pendidikan Milenial Tak Ada Budi Pekerti, Hanya Besarkan Badan

Baca juga: Soal Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial untuk Bangsa, Fahri Hamzah: Mereka Tak Bisa Disalahkan

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Kompas TV Online)

Megawati sendiri tidak menentang soal aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat.

Hanya saja, lanjutnya, ada aturan yang harus dipatuhi oleh para pendemo.

Di mata Megawati, demonstrasi yang diwarnai aksi perusakan itu sudah tidak wajar.

"Saya sudah selalu bilang demo boleh, aturannya ada. Nah, aturannya itu loh."

HALAMAN SELANJUTNYA ==========>

Editor: Irsan Yamananda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved