Breaking News:

Tito Karnavian Ancam Pecat dan Pidanakan Praja IPDN yang Lakukan Kekerasan

Mendagri Tito Karnavian minta tidak ada lagi kekerasan di lembaga pendidikan, dia bakal memecat dan pidanakan Praja IPDN yang melakukan kekerasan.

IPDN
Praja IPDN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian akan menindak tegas praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang melakukan kekerasan.

Mantan Kapolri ini tidak segan untuk memecat dan menuntut sesuai hukum pidana.

Untuk itu ia memperingati jangan ada lagi budaya kekerasan di IPDN.

“Praja itu akan dipecat dan dituntut sesuai hukum pidana,” kata Tito dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Kemendagri: Penempatan Lulusan IPDN Tahun Ini Sesuai Daerah Asal Pendaftaran

Tito berujar, selain pintar praja IPDN harus memiliki moralitas yang baik.

Meskipun kesehatan jasmani yang baik, tanpa moralitas akan dikeluarkan dari IPDN.

“Begitu juga, otak pintar, mental bagus, tapi sakit-sakitan, itu juga bakal out. Kemudian, moral baik, jasmani baik tapi nilainya D semua, itu juga akan out dari IPDN," lanjutnya

Mendagri mengatakan muda praja yang baru dilantik kemarin, akan dibentuk menjadi manusia yang mendekati paripurna.

Artinya memiliki kemampuan intelektual yang baik dengan ilmu-ilmu dasar, termasuk core bisnisnya adalah ilmu pemerintahan.

"Kemudian diperkuat dengan jasmani dan kesehatan yang baik dan yang ketiga dilengkapi dengan moralitas dan mentalitas yang baik," ujarnya.

Baca juga: Mendagri Tegur 67 Pejabat Daerah Terkait Pilkada Serentak 2020, Wali Kota Surabaya Masuk Daftar

Menurutnya pembentukan karakter, harus diarahkan kepada karakter sipil yang memiliki kedisiplinan.

Kekerasan dalam rangka untuk membina supaya lebih disiplin, bagi eks Kapolda Meto Jaya itu merupakan sebuah omong kosong.

Mendagri melihat kekerasan di lembaga pendidikan tidak banyak manfaatnya, ia sangat menentang kekerasan di lembaga pendidikan.

Mantan Kapolda Papua ini tanpa segan akan memerintahkan memecat praja pelaku kekerasan tanpa pandang bulu

"Sudah cukup kekerasan jangan dilanjutkan jangan meninggalkan legacy atau warisan yang buruk kepada junior- junior. Kalau kedengaran itu saya akan perintahkan kepada Pak Rektor untuk pecat, laporkan ke polisi dan pidanakan,” tegasnya.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved