Breaking News:

Puan Sampaikan Lima Kunci Perbaikan Ekonomi Indonesia

Puan Maharani yakin Indonesia memiliki peluang dalam memaksimalkan transformasi strategis ekonomi

ist
Ketua DPR RI Puan Maharani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani yakin Indonesia memiliki peluang dalam memaksimalkan transformasi strategis ekonomi untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang berdikari.

Namun, Puan mengingatkan transformasi strategis ekonomi Indonesia bukan hanya mengikuti tren.

“Kita menginginkan transformasi yang akan mempercepat terwujudnya ekonomi Indonesia yang berdikari,” kata Puan, saat membuka Seminar Nasional dan Call for Paper Pusat Penelitian - Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI, dengan tema 'Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju yang Berkelanjutan', Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Ucapkan HUT ke-108 kepada Muhammadiyah, Puan: Terus Konsisten Perjuangkan Islam Berkemajuan

Dalam seminar yang digelar secara virtual itu, Puan menyampaikan bahwa transformasi ekonomi Indonesia harus adil dalam memberikan kesempatan kepada semua anak bangsa sebagai perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Bamsoet dan Puan Maharani Terima Anugerah Warga Kehormatan Korps Brimob

Menurut Puan, transformasi ekonomi juga harus menerjemahkan tujuan pembangunan Indonesia yang sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, alinea ke-empat, yaitu 'Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial'.

Atas dasar itu, Puan menegaskan transformasi ekonomi Indonesia perlu memperhatikan lima hal penting.

Pertama, optimalisasi pembangunan infrastruktur. Kedua, penguatan implementasi kebijakan pemerataan ekonomi.

“Ketiga, minimalisasi ketergantungan terhadap modal asing jangka pendek, yang diarahkan untuk mengatasi saving-investment gap yang kerap terjadi di Indonesia,” ungkap alumni Fisip Universitas Indonesia tersebut.

Lalu keempat, kata Puan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lapangan pekerjaan yang salah satunya merevitalisasi kurikulum agar sesuai kebutuhan industri dan menambah instruktur, membakukan standar kompetensi, membangun platform job matching antarlembaga vokasi dan industri, pembangunan informasi pasar kerja yang efektif dan berkelanjutan, serta membentuk komite vokasi di pusat dan di daerah.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved