Breaking News:

KN Tanjung Datu 301 Bakamla Bantu Kapal China yang Kemudinya Rusak di Natuna Utara

KN Tanjung Datu-301 membantu Kapal China yang mengalami kerusakan kemudi di perairan Natuna Utara

ist
Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 yang sedang melaksanakan Operasi Cegah Tangkal Covid-19 III/20 dan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Kamlamla XI-20 berhasil membantu Kapal China yang mengalami kerusakan kemudi di perairan Natuna Utara pada Selasa (1/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 yang sedang melaksanakan Operasi Cegah Tangkal Covid-19 III/20 dan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Kamlamla XI-20 berhasil membantu Kapal China yang mengalami kerusakan kemudi di perairan Natuna Utara pada Selasa (1/12/2020).

Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan awalnya KN Tanjung Datu-301 yang dikomandani oleh Kolonel Bakamla Arif Rahman menerima informasi dari Puskodal Bakamla RI pada pukul 06.30 WIB.

Informasi tersebut menyatakan terpantau kapal Lu Rong Yuan Yu 168 yang diduga mematikan AIS dan mengapung-apung pada posisi 05°24' 28.872" N dan 106°32' 49.272" E.

Menindaklanjuti Informasi tersebut, kata Wisnu, Arif memerintahkan untuk bergerak menuju lokasi yang telah diketahui. Kapal bergerak dengan haluan 205° dan kecepatan 19 knot serta jarak 67 Nm.

Kemudian, kata Wisnu, pada pukul 10.24 WIB KN Tanjung Datu-301 mendeteksi AIS Kapal Lu Rong Yuan Yu 168 pada posisi 05° 25.040 N dan 106°33.297 E sehingga langsung melakukan komunikasi melalui radio VHF channel 16.

"Berdasarkan hasil komunikasi didapat Informasi bahwa kapal Lu Rong Yuan Yu 168 mengalami kerusakan pada kemudi kapal. Pukul 10.50 WIB Komandan Tanjung Datu-301 memerintahkan untuk melaksanakan peran pemeriksaan terhadap kapal tersebut," kata Wisnu ketika dikonfirmasi pada Rabu (2/12/2020).

Berdasarkan hasil tim pemeriksa kapal, kata Wisnu, diketahui Kapal Lu Rong Yuan Yu berbendera Tiongkok merupakan kapal penangkap ikan dengan rute dari Maldive menuju China.

Pada jurnal kapal, kata dia, tercatat kapal sandar di Singapura terhitung tanggal 23 sampai 28 November 2020.

Selain itu berdasarkan pemeriksaan history GPS, lanjur dia, kapal dari laut Arabian, ditemukan alat tangkap kapal pukat cincin atau purse seine di luar palka dalam kondisi kering, ikan campuran jenis lemadang, tongkol dan cumi dalam kondisi beku kurang lebih 1670 ton dan jumlah ABK 26 orang yang seluruhnya berkewarganegaraan Tiongkok.

Ia juga mengatakan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan dari hasil pemeriksaan, sehingga Arif memerintahkan tim pemeriksa untuk membantu melaksanakan perbaikan kemudi yang rusak di anjungan dan pengecekan kemudi darurat.

"Usai perbaikan selesai, KN Tanjung Datu-301 melakukan pengawalan kapal Lu Rong Yuan Yu 168 sampai keluar dari perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), tepatnya mendekati garis landas kontinen Indonesia," kata Wisnu.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved