Breaking News:

Komisi X DPR Dorong 2,5 Persen APBN Dialokasikan untuk Olahraga

Komisi X DPR pun mendorong pemerintah untuk secara khusus mengalokasikan 2,5 persen APBN untuk pembinaan olahraga di Indonesia.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Sanusi
ist
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Prestasi atlet nasional terus mengalami penurunan di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Komisi X DPR pun mendorong pemerintah untuk secara khusus mengalokasikan 2,5 persen APBN untuk pembinaan olahraga di Indonesia.

Baca juga: Bertemu Menpora, Gubernur NTB Ajukan Jadi Tuan Rumah PON 2028

Baca juga: BOPI dan BSANK Dibubarkan, Menpora: Tugas Kedua Lembaga Itu Kembali ke Kemenpora

“Salah satu kendala mendasar dari pembinaan prestasi olahraga di Indonesia adalah minimnya dana pemerintah yang dialokasikan untuk olahraga. Kami mendorong agar dalam revisi RUU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dicantumkan secara tegas agar ada alokasi 2,5% APBN untuk pembinaan prestasi olah raga nasional,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda usai Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali, Rabu (1/12/2020).

Dia menjelaskan saat ini alokasi anggaran untuk pembinaan olahraga di Indonesia hanya sekitar 0,03 persen dari APBN.

Jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura yang mengalokasikan anggaran hingga 4 persen dari total anggaran negara.

“Dengan tingkat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap olahraga, proporsi penduduk yang demikian besar, hingga cakupan wilayah yang begitu luas anggaran 0,03 persen APBN untuk olahragarelatif sangat kecil,” ujarnya.

Huda mengatakan kecilnya alaokasi anggaran dari negara untuk olahraga berdampak pada banyak hal.

Indonesia relatif tidak mempunyai sarana olahraga memadai untuk menjadi pusat-pusat pelatihan para atlet.

Kecilnya anggaran ini juga membuat kesempatan para atlet untuk mengikuti berbagai ajang olahraga tingkat regional maupun internasional begitu kecil.

“Pemerintah juga kesulitan menggelar berbagai ajang olahraga usia dini yang berfungsi untuk menemukan bibit-bibit unggul dalam olahraga prestasi maka wajar jika saat ini kita tidak mempunyai atlet-atlet unggulan yang berprestasi di level regional maupun internasional,” katanya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved