OTT Menteri KKP

Sespri Edhy Prabowo Dicecar KPK Soal Pihak Lain yang Kecipratan Uang Izin Ekspor Benur

KPK terus telusuri aliran dana kasus suap izin ekspor benih lobster dan pihak lain yang kecipratan aliran dananya.

Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan permohonan maaf 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran dana dari kasus suap izin ekspor benih lobster atau benur yang menjerat Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan.

Termasuk mengenai pihak-pihak lain yang kecipratan aliran dana dari rasuah tersebut.

Hal tersebut didalami penyidik saat memeriksa dua sekretaris pribadi (sespri) Edhy Prabowo, Fidya Yusri dan Anggia Putri, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Gerindra Bantah Kekalahan Pilkada di Sumbar dan Tangsel karena Pudarnya Elektabilitas Prabowo

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik mencecar Fidya Yusri dan Anggia Putri mengenai aliran dana dari Edhy Prabowo dan staf khususnya Andreau Pribadi Misata kepada pihak lain.

Sumber aliran dana itu diduga berasal dari suap izin ekspor benur.

"Para saksi diperiksa penyidik seputar pengetahuan saksi mengenai dugaan adanya aliran uang yang diterima tersangka APM (Andreau Pribadi Misata) dan EP (Edhy Prabowo) kepada pihak lain yang diduga bersumber dari perizinan ekspor benur di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)," kata Ali dalam keterangannya, Senin (14/12/2020).

Selain aliran uang kepada pihak lain, tim penyidik juga menelusuri para eksportir yang diduga memberikan suap kepada Edhy.

Aliran uang yang diterima Edhy itu didalami penyidik saat memeriksa Amiril Mukminin dalam kapasitasnya sebagai saksi.

"Saksi AM (Amiril Mukminin) dikonfirmasi penyidik terkait pengetahuan saksi soal dugaan penerimaan uang yang diterima tersangka EP dari pihak-pihak yang berhubungan dengan perizinan ekspor benih lobster," kata Ali.

Baca juga: Kasus Edhy Prabowo, KPK Dalami Aktivitas PT ACK Dalam Pengajuan Izin Ekspor Benur di KKP

Pada hari yang sama, tim penyidik juga memeriksa Andreau.

Terhadap Andreau tim penyidik mencecarnya mengenai tugas tim uji tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.

Andreau dan stafsus Edhy lainnya Safri ditunjuk Edhy sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas.

Keduanya juga telah menyandang status tersangka.

"APM dikonfirmasi penyidik terkait pengetahuannya tentang pelaksanaan tugas tim uji tuntas KKP terkait ekspor benur lobster," kata Ali.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved