Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Pelatihan Militer Kelompok Teroris JI: Lempar Pisau Hingga Cara Merakit Bom

Kepolisian RI membeberkan model latihan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang dibongkar Densus 88 Antiteror di sejumlah

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
KOTAK AMAL - Warga memberikan sumbangan berupa uang dengan memasukkannya ke dalam kotak amal yang terdapat di sebuah toko dan warung, Sabtu (19/12/2020). Hanya saja kini warga harus lebih berhati-hati, karena sekarang banyak beredar kotak amal bermasalah karena dananya digunakan oleh oknum tertentu untuk kegiatan terorisme. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI membeberkan model latihan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang dibongkar Densus 88 Antiteror di sejumlah lokasi di Jawa Tengah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan penyidik telah melakukan survei langsung ke salah satu sasana atau pusat latihan di sejumlah lokasi di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: Intoleransi dan Radikalisme yang Berakumulasi Dikhawatirkan Menumbuhkan Paham Terorisme

Di rumah berbentuk vila itu, para anggota JI yang masih muda berlatih setiap harinya. Di antaranya beladiri tangan kosong hingga cara merakit bom.

"Konsep pelatihan yang ada di sana itu adalah pertama beladiri tangan kosong, kedua adalah melempar pisau dan ketiga menggunakan senjata tajam. Bisa dalam bentuk pedang maupun samurai. Juga diberikan pelatihan bagaimana merakit bom dan bagaimana cara untuk penyergapan," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Kelompok Teroris JI Keluarkan Rp 65 Juta Setiap Bulan Danai Pusat Pelatihan Militer di Semarang

Total, ada 8 pelatih yang memberikan ajaran pelatihan militer jamaah islamiyah di tempat tersebut. Salah satu pelatihnya adalah teroris Joko Priyono alias Karso yang ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau Pimpinan JI Para Wijayanto.

"Pelatihan ini berlangsung selama 6 bulan. Dan setelah 6 bulan selesai kemudian yang dilatih murid-murid ini siap untuk dikirim ke Suriah dan bergabung dengan organisasi teroris Jabhah Nushrah yang berafiliasi dengan Al-Qaeda untuk melanjutkan apa pelatihan militer di sana," pungkasnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Konsep Pelatihan Kelompok Teroris Jemaah Islamiyah, Anggota Bayar Rp 65 Juta per Bulan

Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror Polri membongkar sasana atau pusat latihan Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah.

Salah satunya terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Anggota JI memilih menyewa sebuah villa dua lantai. Suasana terlihat asri dengan banyaknya pohon cemara di sekitar area dan cukup sepi lokasinya.

Dilihat dari letaknya, bangunan tersebut seperti villa yang juga digunakan sebagai tempat istirahat para anggotanya. Dari rumah itulah para anggota muda dilatih bela diri dan persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan pusat latihan tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya terampil dalam membela diri, menggunakan pedang dan samurai sampai penyergapan dan perakitan bom.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved