Pengamat : Sejak Dulu PKS Ingin Majukan Kadernya Jadi Capres tapi Faktanya Tak Ada
Ujang mengatakan, sejak dulu PKS selalu menyuarakan akan mengajukan dan mengusung kader internal pada kontestasi Pilpres.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Malvyandie Haryadi
Sebab, idealnya semua partai politik memang harus berani mengusung kader sendiri menjadi pemimpin, baik pada tingkatan daerah maupun nasional.
"Sejauh mana niat itu akan terlaksana? Sangat tergantung pada seberapa besar presidential threshold (ambang batas pencalonan presiden) yang disepakati," kata Abbas saat dihubungi, Jakarta, Senin (28/12/2020).
Abbas menyebut, jika presidential threshold ditetapkan 20 persen kursi parlemen seperti saat ini, maka PKS harus berkoalisi dengan partai lain untuk mencapai syarat tersebut.
"Jika presidential thresholdnya di kisaran 5 persen atau bahkan 0 persen, maka PKS bisa tentukan sendiri (capresnya)," ucap Abbas.
Terkait kader PKS yang memiliki peluang untuk dimajukan pada Pilpres 2024, Abbas tidak menyebut secara jelas sosok yang pantas untuk dicalonkan.
"PKS punya banyak kader. Tergantung mana di antara mereka yang memiliki prospek dukungan paling baik," tutur Abbas.
Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyebut partainya akan mengusung kader internal untuk maju pada Pilpres 2024.
"Amanah munas kemarin, target 15 persen (Pileg 2024) dan mecalonkan, mengusung kader sebagai calon presiden dan wakil presiden," papar Syaikhu konferensi pres secara virtual, Jakarta, Senin (27/12/2020).
Menurutnya, amanah tersebut akan diupayakan PKS sembari melakukan penghitungan peluang kader-kader, atau tokoh yang memiliki potensi dimajukan menjadi orang nomor satu di Indonesia.
"Kami akan melihat peluang-peluang yang ada. Kami ingin menokohkan kader-kader terlebih dahulu untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden," paparnya.
PKB: Rakyat yang Tak Puas dengan Pemerintahan Jokowi, Belum Tentu Berlabuh ke PKS
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menyebut suara masyarakat yang tidak puas dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum tentu berlabuh ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 2024.
"Memang yang tidak puas akan otomatis ke PKS? Belum tentu juga," ujar Daniel saat dihubungi, Jakarta, Senin (28/12/2020).
Menurut Daniel, harapan mendulang suara dari masyarakat yang tidak puas dengan pemerintahan, merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan oleh partai politik.
Baca juga: Presiden PKS Instruksikan 5 Langkah Perkuat Ketahanan Politik
Baca juga: PKS Berharap Bisa Usung Kadernya Maju di Pilpres 2024
"Karena semua partai berusaha untuk menjadi lebih baik dan besar kok, yang penting tunjukkan bukti kerja-kerja untuk rakyat, dan memperjuangkan sebaik mungkin apa yang menjadi harapan rakyat," papar Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.