Breaking News:

Bukan Drone dari China, TNI AL Sebut Benda Asing yang Ditemukan di Selayar Adalah Seaglider

Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan benda asing yang ditemukan di perairan Sulawesi Selatan adalah Seaglider.

Tribunnews/JEPRIMA
Penampakan Sea Glider yang ditemukan nelayan memiliki rukuran 2,25 meter saat dipajang apada konferensi pers perihal penemuan Sea Glider di Pushidros TNI AL, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2021). Sea Glider tersebut terbuat dari aluminium dengan dua sayap, propeller, serta antena belakang. Di badan seaglider, terdapat instrumen yang mirip kamera. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, benda asing yang ditemukan di perairan Sulawesi Selatan adalah Seaglider.

Diberitakan sebelumnya, penemuan drone yang disebut diduga milik China ditemukan di perairan Indonesia.

Seperti diketahui, benda asing tersebut ditemukan oleh nelayan di Kepulauan Selayar, wilayah perairan Sulawesi Selatan, 07.00 WITA pada 26 Desember 2020.

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyebut, penemuan itu sebelumnya dibawa ke Hidrosal, lembaga yang kompeten meneliti alat tersebut.

Baca juga: Respons Fadli Zon soal Drone yang Diduga Milik China di Perairan Indonesia, Singgung Kedaulatan RI

Baca juga: Bukan Kali Pertama, Drone Diduga Milik Mata-mata China Pernah Ditemukan di Indonesia pada 2019

Dan kini untuk penelitian lebih lanjut alat tersebut dibawa Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Terkait isu berasal dari China, Yudo menyebut belum ditemukan tanda-tanda atau ciri-ciri negara yang membuatnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono (tengah) bersama jajaran saat menunjukkan sea glider usai memberikan keterangan pers perihal penemuan Sea Glider di Pushidros TNI AL, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2021). Sea Glider yang ditemukan di perairan Sulawesi Selatan ini digunakan untuk mencari dan merekam data Oseanografi berupa data suhu, konduktivitas dan sound velocity untuk kepentingan riset dasar laut. Hingga konferensi pers ini dilaksanakan Pihak TNI AU tidak menemukan logo ataupun ciri-ciri perusahaan pembuat seaglider itu. Tribunnews/Jeprima
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono (tengah) bersama jajaran saat menunjukkan sea glider usai memberikan keterangan pers perihal penemuan Sea Glider di Pushidros TNI AL, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2021). Sea Glider yang ditemukan di perairan Sulawesi Selatan ini digunakan untuk mencari dan merekam data Oseanografi berupa data suhu, konduktivitas dan sound velocity untuk kepentingan riset dasar laut. Hingga konferensi pers ini dilaksanakan Pihak TNI AU tidak menemukan logo ataupun ciri-ciri perusahaan pembuat seaglider itu. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Jadi tidak ada tulisan apa pun di sini. Kami tidak rekayasa, bahwa yang kami temukan seperti itu masih persis seperti yang ditemukan nelayan tersebut kita bawa ke sini (Jakarta)," kata KSAL.

Sementara dikutip dari Kompas.com, dari pemeriksaan sementara, seaglider ini mempunyai kerangka dua sayap masing-masing berukuran 50 sentimeter.

Baca juga: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Negara Pemilik Drone Mata-mata Bawah Laut

Baca juga: Beredar Spekulasi Miliarder China Jack Ma Menghilang

Kemudian, untuk panjang bodi berukuran 225 sentimeter.

Seaglider ini juga mempunyai antena belakang dengan panjang 93 sentimer.

Halaman
123
Penulis: garudea prabawati
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved