Breaking News:

Virus Corona

KPK Ingatkan Soal Distribusi Sebagai Potensi Penyimpangan Proses Vaksinasi Covid-19

Masalah distribusi, menurutnya,  perlu dipastimkan bahwa siapa masyarakat yang berhak mendapatkan lebih dahulu

Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penyimpangan yang terjadi soal proses vaksinasi Covid-19. Menurut Komisioner KPK Alexander Marwata, penyimpangan tak hanya terjadi di pengadaan vaksin.

"Ini malah kami melihat mungkin penyimpangan nanti justru di distribusi," kata Alexander di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Bersama Menkes dan Menteri BUMN, KPK Bahas soal Pengawasan Proses Vaksinasi Covid-19

Hal tersebut dia katakan saat menerima audiensi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Alex menjelaskan mengapa pada saat distribusi vaksin rentan terjadi penyimpangan.

"Vaksin ini kan sangat terbatas, sementara orang yang mengharapkan supaya lebih dahulu diberikan vaksin itu sangat banyak. Bisa jadi misalnya, ini yang seharusnya divaksin A, si A bisa saja, 'jangan saya', dan bisa dijual ke orang lain. Karena ini menyangkut kehidupan, menyangkut nyawa, semua orang pengin selamat," tambahnya.

Masalah distribusi, menurutnya,  perlu dipastimkan bahwa siapa masyarakat yang berhak mendapatkan lebih dahulu, dan ini sudah ditentukan oleh pemerintah.

"Tahap awal kan sudah dijelaskan menteri kesehatan itu tenaga kesehatan itulah yang paling berisiko karena dia berhadapan langsung dengan mereka yanfg terindikasi terpapar Covid-19 itu yang mendapat vaksin pertama," kata Alex.

Baca juga: SBY Soroti Perbedaan Info dari Menkes dan Kemenkes, Program Vaksinasi Harus Sukses Tak Boleh Gagal

Sementara bagi yang yang belum mendapatkan giliran, dikatakan Alex, upaya harus dilakukan adalah menjaga protokol 3M.

Pihaknya juga berharap peran serta dari masyarakat supaya ikut mengawasi pelaksanaan program vaksinasi ini.

"Sehingga diharapkan itu sampai rakyat terkecil nanti juga semua dapat giliran untuk divaksin. Jadi tidak usah berebut meskipun terbatas dan pemerintah kan sudah menjanjikan bahwa vaksin ini gratis dan nanti akan disediakan sampai ke pelosok," pungkasnya

Penulis: Reza Deni
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved