Breaking News:

Kasus Nurhadi

KPK Minta Istri Nurhadi Jangan Mangkir Lagi Jalani Pemeriksaan

mengimbau Tin Zuraida, istri dari eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi agar bersikap kooperatif.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Istri Sekretaris MA Nurhadi, Tin Zuraida, saat di kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan, pada Juni 2016 silam. KPK mendalami dugaan kedekatan khusus Tin Zuraida dengan seorang pria. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Tin Zuraida, istri dari eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi agar bersikap kooperatif.

Tin yang sempat bekerja sebagai Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara itu mangkir dari pemeriksaan pada Selasa (12/1/2021).

Tin harusnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dengan sengaja mencegah dan merintangi atau menggagalkan secara langsung penyidikan dalam perkara Nurhadi dkk.

Dalam kasus itu, KPK menjerat Ferdy Yuman sebagai tersangka. Ferdy diduga berperan dalam menyembunyikan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Baca juga: Nasib Pilu Zuraida Hanum setelah Divonis Hukuman Mati, Kini Malah Kehilangan Hak Asuh Anak

"Tin Zuraida, tanpa keterangan dan akan dilakukan pemanggilan kembali. KPK tetap menghimbau untuk kooperatif memenuhi kewajiban hukum tersebut," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Rabu (13/1/2021).

Tak hanya Tin Zuraida, tim penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya, yaitu Oktaria Iswara Zen  (karyawan swasta) dan Edna Dibayanti (karyawan swasta).

"Kedua saksi dilakukan penjadwalan ulang," kata Ali.

Baca juga: Tin Zuraida Dikulik KPK Soal Perizinan Nopol Rahasia yang Digunakan Hiendra Soenjoto saat Buron

KPK resmi menahan Ferdy Yuman pada Minggu (10/1/2021). Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto menyatakan bahwa Ferdy Yuman merupakan supir yang bekerja untuk keluarga Rezky sejak 2017. Dia disebut berperan besar dalam upaya Nurhadi sembunyi dari kejaran KPK.

Salah satunya adalah ketika KPK berupaya menangkap Nurhadi pada Juni tahun lalu di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat itu, menurut Setyo, Ferdy telah menunggu di dalam mobil Toyota Fortuner hitam dengan pelat nomor kendaraan yang diduga palsu.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved