Breaking News:

Virus Corona

Politikus PDIP Tak Setuju Rencana Menkes Soal Bebas Pergi Tanpa PCR Setelah Divaksin

Menurut Rahmad, seseorang yang divaksin Sinovac, tidak menjamin orang tersebut terbebas dari terpaparnya virus Covid-19. 

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (12/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo tidak setuju rencana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait warga yang divaksin Covid-19 dapat bebas pergi ke luar kota, tanpa membawa surat tes PCR maupun swab antigen. 

"Saya kurang setuju bahwa yang sudah divaksin itu menjadi seperti seolah tiket bebas untuk naik pesawat," ujar Rahmad saat dihubungi, Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Menurut Rahmad, seseorang yang divaksin Sinovac, tidak menjamin orang tersebut terbebas dari terpaparnya virus Covid-19.

Baca juga: Keliru, Rencana Menkes Bolehkan yang Divaksinasi Covid-19 Terbang Tanpa Tunjukkan Hasil Tes PCR

"Orang yang sudah divaksin pun, masih membutuhkan protokol kesehatan, harus tertib juga, disiplin dalam bermasyarakat melalui 3M," papar politikus PDIP itu. 

"Ketika orang yang sudah divaksin dapat sertifikat (bebas bepergian), terpapar, bisa bebas naik pesawat, itu akan menjadi masalah dikemudian hari, memunculkan klaster baru, atau menjadi pusat penularan lagi," sambung Rahmad. 

Oleh sebab itu, Rahmad meminta Menkes untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut, karena vaksin bertujuan meningkatkan imunitas tubuh. 

"Niatnya bagus, tapi perlu saya ingatkan bahwa orang yang divaksin itu bukan berarti terbebas dari Covid-19. Ingat ini era pandemi, butuh waktu untuk menciptakan herd immunity, saya kira mohon dipertimbangkan kembali," tutur Rahmad.

Baca juga: Menkes Minta Tambahan Anggaran Vaksin Sinovac, Sahroni: KPK Harus Awasi

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana memberikan insentif berupa sertifikat kesehatan digital kepada warga yang divaksinasi virus Covid-19

Ia menyebut sertifikat digital nantinya dapat digunakan oleh warga yang hendak melakukan perjalanan.

"Sehingga kalau beliau terbang atau pesan tiket di Traveloka, tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen," kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Pemberian sertifikat tersebut diadakan agar masyarakat bersedia divaksinasi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved