Breaking News:

Angka Anak Stunting di Indonesia Diprediksi Meningkat

Presiden menunjuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai komando dalam menekan angka stunting.

Tribunnews/Jeprima
Petugas medis memeriksa suhu tubuh balita yang akan mengikuti imunisasi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2020). Imunisasi rutin lengkap merupakan program vaksin dasar yang diberikan kepada bayi kurang dari 24 jam hingga anak berusia 3 tahun dengan tujuan mempertahankan tingkat kekebalan optimal sekaligus mencegah terjadinya stunting pada anak. Tribunnew/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi angka stunting akan meningkat. Di tahun 2019, angka stunting berada di angka 27,6 persen pada tahun 2019. Prediksi presiden didasari pandemi Covid-19 yang menjadi salah satu faktor penyebabnya.

"Angka stunting kita di 2019 masih di 27,6 persen. Angka ini diperkirakan akan naik karena pandemi di 2020 dan saat ini," kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana tahun 2021, Kamis (28/1/2021) kemarin.

Presiden menunjuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai komando dalam menekan angka stunting.

Jokowi menyebut, bahwa target menuju angka 14 persen stunting di tahun 2024 harus dikejar.Meski, tantangan yang dihadapi akan sulit mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Jadi target 14 persen di 2024 bukan target enteng tapi kalau kerja serius, lapangan dikuasai, bekerja sama, berkolaborasi. Saya kira penuranan stunting bisa dilakukan secara signifikan," jelasnya.

Presiden memerintahkan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam setiap kegiatan menekan stunting.

"Karena yang memiliki infrastruktur organisasi sampai ke bawah adalah BKKBN. Sekali lagi, kegiatan-kegiatan itu nanti akan dikoordinasi Menko PMK dan ketua pelaksananya ada di kepala BKKBN," ucap Jokowi.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menambahkan, BKKBN yang akan memimpin program penanggulangan stunting yang kini angkanya mencapai 27,6 persen.

Program penurunan stunting masuk ke dalam program pembangunan keluarga.Landasan hukumnya yakni undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.

"Sehingga pembangunan keluarga tidak hanya terbatas kepada masalah pembatasan angka kelahiran dan penjarangan angka kelahiran tetapi betul-betul pembangunan keluarga yang integral salah satunya yang menjadi isu besar adalah masalah penurunan angka stunting," kata Muhadjir dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2021) lalu.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved