Abu Janda Dipolisikan
Polri akan Periksa Kembali Abu Janda soal Cuitan Dugaan Rasisme kepada Natalius Pigai
Polri akan kembali memeriksa Abu Janda soal cuitan dugaan rasisme kepada aktivis Papua Natalius Pigai pada besok Kamis (4/2).
TRIBUNNEWS.COM - Aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda tersandung dua kasus dugaan kebencian dan rasisme, yang dilaporkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Kemarin Senin (1/2), Abu Janda menjalani pemeriksaan terkait kasus pertama, yakni terkait cuitannya 'Islam Arogan'.
Polri akan memeriksa kembali Abu Janda terkait kasus keduanya tentang cuitan dugaan rasisme kepada Natalius Pigai besok Kamis (4/2/2021).
"Akan ditindak lanjuti lagi pada hari Kamis, didasarkan pada LP Nomor 52."
"Ini yang menyangkut dengan saudara Natalius Pigai. Yang bersangkutan akan diperiksa di Bareskrim Polri," terang Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, pada siaran langsung Kompas TV, Selasa (2/2/21).
Baca juga: Alasan Selebgram AK Konsumsi Sabu, Hanya Coba-coba
Baca juga: KNPI Sebut Abu Janda Sebagai Musuh Negara dan Sampah Masyarakat
"Tentunya, semua akan diproses ditangani oleh penyidiki Bareskrim Polri," lanjut Rusdi.
Ia mengimbau masyarakat untuk mempercayakan kasus ini kepada Polri.
Rusdi menuturkan, tak perlu ada tindakan kontra yang bersifat kegaduhan.
"Kami dari Polri, jika suatu kasus telah dipercayakan, disesuaikan, diselesaikan dengan jalur hukum. Maka, percayakan pada Polri untuk menyelesaikan itu semua."
"Sehingga, tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang kontra produktif yang berujung dengan kegaduhan," pinta Rusdi.
Baca juga: Diperiksa Polisi Terkait Tweet Islam Arogan, Abu Janda: Di Luar Perkiraan Saya
Baca juga: Aktivis 98 Siapkan 1.000 Pengacara untuk Abu Janda
Sebelumnya, Karo Penmas Polri ini mengatakan, pada pemeriksaan pertama, Abu Janda menerima 50 pertanyaan terkait cuitan 'Islam Arogan'.
"Ini hubungannya dengan agama tertentu di Indonesia."
"Yang bersangkutan telah diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri kemarin dan mendapatkan 50 pertanyaan. Tentunya, selesai sekitar jam 10 malam," ucap Rusdi.
Pengakuan Abu Janda Terkait Cuitan 'Islam Arogan' di Medsos
Diberitakan sebelumnya, Abu Janda menyelesaikan pemeriksaan terkait kasus dugaan ujaran SARA karena cuitannya 'Islam Arogan' di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021).
Pemeriksaan tersebut berlangsung hampir 12 jam lamanya.
Baca juga: Ujaran Abu Janda ke Natalius Pigai Dinilai Bukan Rasisme, Guntur Romli Harap 2 Pihak Introspeksi
Kepada awak media, Abu Janda mengklaim telah diperiksa selama 12 jam di gedung pemeriksaan.
Total, ada 50 pertanyaan yang diajukan penyidik.
"Saya datang lebih pagi, saya diperiksa sudah 12 jam dan pertanyaan saya sudah tidak terhitung lagi, mungkin banyak sekitar 50 pertanyaan dan mungkin lebih," kata Abu Janda.
Baca juga: Diam-diam Abu Janda Hadiri Pemeriksaan di Bareskrim Polri
Ia menerangkan pertanyaan yang diajukan oleh penyidik adalah seputar klarifikasi terkait cuitannya berkaitan 'Islam Arogan'.
Dia mengaku cuitannya itu tidak bermaksud ditujukan kepada umat Islam.
"Saya sudah jelaskan ke bapak-bapak penyidik bahwasanya tweet yang saya sempat bikin rame itu adalah tweet jawaban saya kepada Tengku Zul. Jadi ketika saya mengatakan Arogan itu karena saya merespon tweet provokasi Tengku Zul yang mengatakan bahwa minoritas yang di negeri adalah arogan ke mayoritas," jelas Abu Janda.
Baca juga: Staf BPIP Nilai yang Disampaikan Abu Janda Tidak Bijaksana
Ia juga menjelaskan maksud cuitannya yang terkait agama Islam merupakan agama yang datang dari Arab.
Dia juga mengklaim cuitan itu hanya ditujukkan kepada Tengku Zul.
"Ketika saya mengatakan Islam sebagai agama yang datang dari Arab itu yang saya tunjukkan juga kepada Ustaz Tengku Zul dan itu memang pembicaraan saya dengan Tengku Zul. Yang saya maksud adalah aliran Islamnya si Tengku Zul itu atau aliran yang memang belakangan datang dari Arab atau Islam transnasional yang namanya Wahabi itu," ungkap Abu Janda.
Baca juga: Tagar Tahan Abu Janda dan Save Permadi Arya Trending di Twitter, Buntut Dugaan Ujaran Kebencian
"Bahkan ketika tweet itu diviralkan dengan menghilangkan bagian tweet Tengku Zul itu akan menimbulkan kesalahpahaman karena tweet saya jadi kehilangan konteks. Karena itu jawaban saya ke Ustaz Tengku Zul. Bukan saya menggeneralisasi seluruh islam tetapi yang Saya tunjukkan kepada Ustadz Tengku Zul yang saya maksud adalah aliran Islamnya Tengku Zul," sambungnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan pemeriksaan kali ini belum tuntas.
Nantinya, dia juga telah dijadwalkan pemeriksaan lagi pada Kamis 4 Februari 2021 mendatang.
"Terus ternyata proses pemeriksaan hari ini sepertinya sudah tuntas dan akan dilanjutkan lagi panggilan selanjutnya pada hari Kamis," katanya.
(Tribunnews.com/Shella/Igman Ibrahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/abu-janda-usai-menjalani-pemeriksaan-di-bareskrim-polri.jpg)