Breaking News:

Wamendes Optimis Angka Balita Kurang Gizi Turun Hingga 14 Persen di 2024

Percepatan tersebut dilakukan dengan mengarahkan kebijakan penggunaan Dana Desa untuk pencegahan stunting di Indonesia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan kementeriannya turut memprioritaskan percepatan penanganan stunting atau balita kurang gizi.

Percepatan tersebut dilakukan dengan mengarahkan kebijakan penggunaan Dana Desa untuk pencegahan stunting di Indonesia.

wamendes Budi Arie 2
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

"Percepatan penanganan stunting ini harus dikeroyok bersama-sama dengan melibatkan pemerintah daerah. Kita harus gotong royong untuk mengatasi stunting. Ini misi suci dan cita- cita dan negara ini didirikan," kata Budi Arie melalui keterangan tertulis, Selasa (2/2/2021).

Budi Arie menyatakan dengan kolaborasi antar kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah dapat mengatasi masalah stunting.

Baca juga: Stunting 2019 di Angka 27,6 Persen, Jokowi Perkirakan Akan Naik

Dirinya yakin angka stunting dapat ditekan hingga 14 persen pada 2024.

"Saya optimis stunting di Indonesia utamanya di desa bisa ditangani sehingga target 14 persen angka stunting secara nasional bisa tercapai di 2024," ujar Budi Arie.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menargetkan angka stunting berada di angka 14 persen pada tahun 2024.

Baca juga: Penurunan Stunting Akan Masuk dalam Program Pembangunan Keluarga

Pemerintah telah membentuk tim percepatan penurunan stunting. Adapun Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertindak selaku Ketua Pengarah dan Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai Wakil Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Sedangkan, pelaksana terdiri dari Menteri PPN/Kepala Bappenas dan anggota para menteri/kepala lembaga dari 22 kementerian/lembaga yang dibantu oleh tim yang terdiri dari para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved