Breaking News:

OTT Menteri KKP

KPK Selisik Izin Ekspor Benih Lobster yang Diberikan Edhy Prabowo

Kembali periksa Edhy Prabowo, KPK cecar soal pemberian izin budidaya dan ekspor benur dan konfirmasi uang miliaran rupiah yang disita KPK.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta Selatan, Senin (18/1/2021). Edhy Prabowo diperiksa terkait kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelisik pemberian izin budidaya dan ekspor benih bening lobster atau benur.

Hal itu ditelusuri KPK saat memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada pemeriksaan Rabu (3/2/2021).

"Diperiksa mengenai kebijakan diizinkannya budidaya dan ekspor benih bening lobster/BBL sebagaimana peraturan menteri KKP tanggal 4 Mei 2020 soal pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan," kata Plt Juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Edhy Prabowo Bantah Istri Ikut Terima Duit Suap Ekspor Benur: Dia Kan Punya Uang Juga

Penyidik juga mengonfirmasi mengenai uang-uang yang diamankan baik dari rumah dinas Edhy Prabowo dan tempat lainnya.

Diketahui KPK telah mengamankan uang dengan total Rp16 miliar yang merupakan gabungan dari uang yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) hingga saat melakukan penggeledahan di tujuh lokasi.

"Disamping itu dikonfirmasi mengenai uang- uang yang diamankan di rumah dinas saat penggeledahan," jelasnya.

Baca juga: KPK Endus Dugaan Suap Perizinan Tambak Udang di Provinsi Bengkulu

Selain Edhy, tim penyidik juga mengonfirmasi tersangka yang juga sekretaris pribadi Edhy Prabowo yakni Amiril Mukminin mengenai tugas-tugas jabatan tersangka sebagai satu di antara sespri Edhy selaku menteri KP.

"Selain itu di dalami mengenai penggunaan uang-uang yang diduga diterima dari pihak-pihak yang mengajukan izin ekspor BBL," ungkap Ali .

Sebelumnya, usai diperiksa pada Rabu (3/1/2021), Edhy menjelaskan kedekatannya dengan pebulu tangkis putri Indonesia yang dikaitkan dengan kasus suap perizinan ekspor benih lobster.

"Saya banyak dekat dengan pebulu tangkis laki-laki maupun perempuan, ya semuanya kita sama ratakan. Hanya saja kalau ada dianggap mengirim uang ke sana itu kan saya sering beli kok, beli raket, beli kok badminton, beli alat-alat segala macamnya. Itu kan tinggal dilihat saja," ucap Edhy Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved