Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Djoko Tjandra Diminta Ungkap Sosok King Maker

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menghormati upaya Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang mengajukan Justice Collaborator (JC).

WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Djoko Tjandra saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menghormati upaya Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang mengajukan Justice Collaborator (JC).

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan Djoko Tjandra harus membongkar sosok yang lebih besar dalam perkara yang menjeratnya, seperti sosok King Maker.

"Jadi harus membuka yang lebih besar lagi. Setidaknya bagi saya membuka King Maker, siapa, perannya apa, itu yang selama ini belum bisa digali lebih dalam oleh Hakim," kata Boyamin kepada Tribunnews.com, Jumat (5/2/2021).

Selain itu, menurut Boyamin, Djoko Tjandra harus mampu mengungkapkan proses ketika didatangi oleh Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan advokat Anita Kolopaking.

Baca juga: ICW Desak Jaksa Tolak Justice Collaborator Djoko Tjandra

"Terus melakukan komunikasi apa, termasuk dugaan untuk membuka King Maker, setidaknya itu mestinya kalau memang serius mau jadi JC," tegasnya.

Kata Boyamin, seandainya Djoko Tjandra tak mampu membeberkan itu semua, ada baiknya permohonan JC itu dipertimbangkan kembali.

"Tapi kalau kemudian nanti hanya sebatas yang kemarin, belum ada penambahan, saya menyerahkan sepenuhnya kepada hakim untuk ditolak atau dikabulkan," katanya.

Baca juga: Status DPO Djoko Tjandra Terhapus Imigrasi, Saksi Ahli: Divhubinter Bertanggung Jawab

Sebelumnya, kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo, mengatakan Djoko berperan besar dalam pengungkapan kasus suap pengurusan penghapusan red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA).

"Pak Djoko tadi mencoba mengajukan JC ya. Artinya, Pak Djoko meyakini dirinya ini punya peran dalam membuka peristiwa-peristiwa pidana yang sekarang disidangkan ini," ujar Soesilo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Djoko Tjandra Berkelit soal Email Anita: Oh Nggak ada, Itu Sekretaris Saya, Bukan Saya

Soesilo menyebut pihaknya tidak akan mengungkap hal-hal baru terkait kasus ini. Dia juga mengatakan pengajuan JC ini juga sebagai salah satu upaya meringankan hukuman Djoko Tjandra nantinya.

"Karena Pak Djoko membuka peran itu, tentu Pak Djoko ingin dihargai lah sebagai nanti ketika tuntutan atau putusan supaya paling tidak ringan atau dimudahkan ketika jika nanti dihukum untuk mendapatkan remisi dan sebagainya," katanya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved