Breaking News:

Penanganan Covid

Rapat Bersama Luhut, Epidemiolog Berharap Pemerintah Serius Terapkan 3T

Dicky dan sejumlah ahli, banyak memberikan masukan, terutama untuk meningkatkan peran 3T sebagai upaya deteksi kasus aktif.

Tribunnews/Jeprima
Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI Jakarta. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman berharap pemerintah dapat merespons masukan dan saran pakar dan ahli dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Diketahui, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19, Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan online bersama Wamenkes, ahli kesehatan dan epidemiolog pada Kamis (4/2/2021).

"Yang paling penting adalah respons dari pemerintah terhadap masukan-masukan terutama di aspek 3T," ujar Dicky saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu (6/2/2021).

Dicky dan sejumlah ahli, banyak memberikan masukan, terutama untuk meningkatkan peran 3T (testing, tracing, dan treatment) sebagai upaya deteksi kasus aktif.

"Sudah waktunya merespon cepat (masukan dan saran). Jadi dalam seminggu ini sudah terlihat lah responnya mana yang akan diprioritaskan dan pararel dilakukan oleh pemerintah terutama yang paling penting kan deteksi atau penemuan kasus secara aktif melalui testing, dengan penguatan misalnya ada daerah untuk klinik demam dan juga 5M, maupun isolasi karantina terpusat," ungkap Dicky.

Baca juga: Hasil PPKM Belum Maksimal, DKI Bakal Gencarkan 3T dan Operasi Yustisi 

Baca juga: Epidemiolog Sebut PPKM Jawa Bali Sejak Awal Tak Tepat, Seharusnya Dilakukan pada Mei 2020

Menurutnya, langkah pemerintah yang mengajak ahli dalam penanganan Covid-19 sudah tepat. Meski terlambat, pengendalian virus corona di Indonesia harus segara dituntaskan bersama.

"Jadi yang paling penting saat ini adalah respons pemerintah. Bahwa ada kekecewaan selama ini tidak terlalu mendapat respon, ya pasti ada lah. Tapi kita melihat kedepan karena ini masalah bersama. Mudah-mudahan ini bisa jadi awal yang baik ke depan," tutur dia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved