Breaking News:

Survei LSI: Tingkat Kepuasan Kinerja KPK Menurun Drastis

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menurun drastis.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim 
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menurun drastis.

Lembaga yang kini dipimpin Komjen Pol Firli Bahuri tersebut kini dipersepsikan ke arah negatif.

Hal itu terpotret dalam rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) terbaru. Tingkat kepuasan KPK yang biasanya di atas 70 persen kini terjun bebas ke angka di bawah 55 persen.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyatakan kalangan pemuka opini bahkan mempersepsikan kinerja KPK negatif.

Baca juga: Survei LSI: Kejagung, Polri, Pemda dan DPR Masih Dinilai Tak Efektif Soal Pemberantasan Korupsi

Dengan kata lain, responden lebih banyak yang tidak puas dibandingkan puas dengan kinerja lembaga anti rasuah.

"Nilainya negatif dari pemuka opini tidak puas dengan kinerja KPK. Tapi ini catatan KPK bahwa biasanya kan tingkat kepuasan publik terhadap KPK itu kan tinggi. Kalau ini malah negatif," kata Djayadi dalam diskusi daring, Minggu (7/2/2021).

Data tersebut menunjukkan pemuka opini yang menyatakan tidak puas sebanyak 46,6 persen dan sangat tidak puas 4,5 persen. Sementara itu, yang menyatakan puas hanya 43,7 persen, sangat puas 4,2 persen dan tidak tahu 0,9 persen.

Baca juga: Survei LSI: Kejagung, Polri, Pemda dan DPR Masih Dinilai Tak Efektif Soal Pemberantasan Korupsi

Sedangkan, masyarakat yang menyatakan tidak puas sebanyak 37,5 persen dan sangat tidak puas 1,3 persen. Selanjutnya, masyarakat yang merasa puas 50,2 persen, sangat puas 4,5 persen dan tidak tahu 6,5 persen.

Menurut Djayadi, KPK memang masih memiliki trend positif di mata masyarakat umum. Tapi secara kuantitas, angka tingkat kepuasan masyarakat dinilai sangat turun dibandingkan kepemimpinan KPK sebelumnya.

"Di kalangan masyarakat umum masih positif di angkat 54,7 persen, meskipun itu masih rendah dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya yang umumnya mendapati tingkat kepuasan kinerja KPK tinggi," ungkap dia.

Djayadi juga mengungkapkan masyarakat yang paling banyak menilai buruk di kalangan organisasi masyarakat dan media massa. 

"Yang paling menilai buruk itu dikalangan ormas dan media massa. Kalau akademisi masih menyatakan positif, 51,1 persen puas, 47,1 persen tidak puas. Kalau dibagi menjadi wilayah, paling tertinggi itu DKI Jakarta, Sumatera dan Jawa Timur ketidak puasanya terhadap KPK. Jadi umumnya hampir di semua daerah itu nilainya negatif juga tidak begitu baik," tukasnya.

Sebagai informasi, survei LSI dilakukan pada 20 Desember 2020-25 Januari 2021 untuk pemuka opini dan November-Desember 2020 untuk kalangan masyarakat.

Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved