Selasa, 28 April 2026

Hari Pers Nasional 2021

Cerita Profesi Jurnalis Antar Mustolih Siradj Jadi Advokat Publik

Menyambut Hari Pers Nasional, berikut cerita Mustolih Sirodj yang kini menekuni profesi advokat setelah sebelumnya menjalani liku-liku profesi jurnali

Tayang:
HO/Istimewa
Mustolih Sirodj. 

Dia sempat berargumen dengan seorang anggota majelis hakim.

Namun, karena majelis hakim memegang kekuasaan penuh di pengadilan, akhirnya dia tidak melanjutkan perdebatan.“Saya hampir mundur jadi advokat, tidak lama dari itu akhirnya boleh beracara, tetapi pasif. Boleh hadir, tetapi tidak boleh menggali, tidak boleh bertanya, boleh mendengar dan menyaksikan. Seperti penonton pada umumnya,” kata dia.

Bahkan, dia sempat berucap “Ah, malas menjadi pengacara,”.

Dukungan keluarga menjadi motivasi bagi Mustolih Sirodj untuk meniti karier sebagai advokat. Setelah lulus ujian sebagai advokat pada 2009, akhirnya dia dilantik pada 14 April 2014.

Gejolak di internal organisasi advokat membuat pelantikannya terganggu.

“Saya direstui keluarga khususnya istri keluar dari profesi wartawan dan ternyata sebulan saya dapat kontrak kerja,” ujarnya.

Integritas Modal Advokat

Waktu berlalu. Mustolih Sirodj hampir selama 10 tahun menjalani profesi sebagai advokat. Tercatat sejumlah kasus pernah ditangani mulai dari pidana, perdata, dan perdata bisnis.

Sampai saat ini, dia mengaku masih melakukan pengembaraan sebagai seorang advokat.

“Kalau ditanya apa spesialisasi? Saya masih melakukan pengembaraan. Kita latar belakang wartawan semua isu dilihat juga, karena satu kasus dengan kasus lain berhubungan,” kata dia.

Sejauh ini, dia tidak memilih-milih kasus. Bahkan, dia bersedia untuk menjadi advokat tanpa dibayar sepeser pun.

Dia mengibaratkan seorang klien sebagai seseorang yang telah menyerahkan kepercayaan kepada advokat untuk meminta bantuan.

“Ketika orang datang meminta advokasi, ketika persoalan di pengadilan orang itu percaya dengan kita. Sampai nasib dipercayakan kepada kita,” tuturnya.

Dia membeberkan kunci sukses sebagai seorang advokat di tengah persaingan.

“Jadi, karena advokat itu profesi jasa. Maka mesti menyuguhkan hal berbeda. Jualan advokat ini jualannya integritas. Orang percaya ketika integritas sudah teruji. Dengan sendirinya jalan,” tambahnya.

Kini selain menjadi advokat, dia juga mengajar di almamaternya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved