Breaking News:

Gubernur Lemhannas: AS dan Myanmar Contoh Ekstrem Demokrasi

Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mencontohkan Amerika Serikat (AS) dan Myanmar sebagai contoh ekstrem tentang demokrasi.

TRIBUN/DANY PERMANA
Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo berbincang dengan redaksi Tribunnews secara virtual di Kantor Lemhanas, Jakarta, Rabu (23/9/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mencontohkan Amerika Serikat (AS) dan Myanmar sebagai contoh ekstrem tentang demokrasi.

Dinamika politik yang terjadi di dua negara tersebut membuktikan pengambilalihan kekuasaan melalui kekuatan militer adalah dalih yang kurang memberikan hasil untuk menuju keadaan yang lebih baik.

Pada seminar Pilkada Serentak dan Konstelasi Politik, Agus Widjojo mengatakan bahwa demokrasi telah menjadi pilihan strategis rakyat Indonesia sejak reformasi.

Walaupun disadari bahwa demokrasi mengandung banyak kelemahan, namun tetap menjadi sistem terbaik di antara sistem yang ada.

“Untuk menegakkan kaidah kedaulatan kerakyatan, belum ada ditemukan sistem yang lebih baik dari demokrasi,” kata Gubernur Lemhannas RI itu dalam keterangannya, Kamis (11/2/2021)

Baca juga: Lemhanas: Tahun Depan Pemerintah Perlu Antisipasi Stunting dan Kurang Gizi pada Anak-anak

Agus Widjojo mengatakan sebetulnya pengerahan militer bukan hal yang dilarang, akan tetapi yang dikedepankan adalah prosedur.

Pengerahan militer dalam demokrasi bukan diukur dari baik dan buruknya, namun diukur dari legalitas dan konstitusionalitasnya.

Karena pengerahan militer dalam bidang apapun pasti ada lembaga fungsional yang tidak mampu melaksanakan tugasnya.

“Ini perlu menjadi perhatian, jangan lagi ada yang berpikir untuk menggunakan militer untuk memperbaiki keadaan betapapun argumen kita ketidaksukaan pada situasi yang berlaku,” tegas Agus.

“Masalah politik hendaknya diselesaikan  secara politik atau hukum, tanpa campur tangan militer,” lanjutnya.

Baca juga: Batasi Akses Internet hingga Blokir Konten, RUU Cyber Pemerintah Militer Myanmar Dinilai Langgar HAM

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved