Breaking News:

Imlek 2021

Memperingati Imlek, Mahfud Berharap Indonesia Bisa Segera Lewati Masa Sulit

(Menkopolhukam) Mahfud Md menyampaikan selamat tahun baru Imlek bagi warga Tionghoa di Indonesia. 

YouTube Kemenko Polhukam RI
Pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD atas Kasus Korupsi Asabri 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menyampaikan selamat tahun baru Imlek bagi warga Tionghoa di Indonesia. 

Ia berharap di Tahun Baru Imlek, bangsa Indonesia dapat segera melewati masa-masa sulit.

"Memasuki masuknya tahun Kerbau Logam yang diyakini membawa aura positif bagi kita semua. Semoga kita bisa bangkit dan maju dalam segala hal, terutama melewati masa-masa sulit dan bisa bangkit dalam segala kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Mahfud dikutip dari akun twitternya @mohmahfudmd, Jumat (12/2/2021). 

Menurut Mahfud, sejak dulu warga Tionghoa sudah membangun tradisi untuk syukuran, saling memberi, bergembira, dan menguatkan kerukunan secara lintas kelompok dan lintas keyakinan karena karunia Tuhan. Ia mengajak warga Tionghoa menjadikan momentum Imlek untuk meningkatkan persaudaraan dalam pembangunan.

"Selamat tahun baru Imlek yang ke 2572. 2572 yang lalu orang-orang Tiongkok sudah membangun tradisi syukuran, saling memberi, bergembira, menguatkan kerukunan secara lintas kelompok dan lintas keyakinan krn karunia Tuhan. Atas berkat rahmat Allah, dengan persaudaraan mari kita bangun Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Tahun Baru Imlek, Gus Jazil Ingatkan Pentingnya Menghormati Keberagaman

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyarankan agar umat Konghucu merayakan tahun baru China atau Imlek dengan cara-cara yang baru tanpa mengurangi makna dari perayaan itu sendiri. Misalnya kata Budi dengan memberikan angpao melalui mekanisme transfer atau melalui ojek online.

"Kita bisa juga mengirimkannya amplop merahnya itu dengan digital,  sekarang sudah  sangat mudah. Jadi cara baru Imlek bagus juga kalau kita melakukannya dengan transfer, malah bisa lebih banyak itu bapak ibu. Kalau masih merasa ingin amplop merahnya dikirim kan juga, ke anak cucu saudara teman-teman bisa juga kirim lewat gojek," kata Budi usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, (4/2/2021).

Menurut Budi cara-cara baru dilakukan  untuk meminimalisir penularan Covid-19.  Selain itu apabila memanfaatkan ojek online, maka juga akan membantu para pengemudi ojek online.

"Sekaligus cara baru ini bisa menyejahterakan teman-teman kita.  Kirimnya amplopnya didalamnya ada kertas, nanti sebentar lagi akan ditransfer sebesar ini, itu menarik juga," katanya.

Budi mengatakan  Imlek adalah momen penting bagi Indonesia khususnya umat Konghucu dan Tionghoa. Imlek bermakna harapan baru dan keberuntungan baru. Ia berharap perayaan imlek dapat dilakukan di rumah saja.

"Cara di mana kita melakukannya bersama dengan keluarga kita, kita melakukannya bersama di rumah kita, dan kita melakukannya bersama dengan cara-cara masa kini, dengan cara-cara digital," tuturnya.

Tidak hanya angpao menurutnya, pertunjukkan barongsai yang biasanya mewarnai perayaan imlek juga bisa dilihat melalui siaran youtube. Bahkan menurutnya perlombaan barongsai juga bisa digelar secara digital. 

Budi yakin meskipun dilakukan dengan cara-cara baru,  perayaan imlek tidak akan kehilangan maknanya. 

"Imlek sebagai tahun baru harapan baru dan keberuntungan baru itu, saya rasa tetap kita bisa lakukan dengan mempertahankan budaya Indonesia khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa,  namun juga tetap kita lakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved