Breaking News:

Status Anak Presiden dan Didukung Penuh DPRD, Gibran Diharapkan Beri Gebrakan di 100 Hari Pertama

Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka diharapkan mampu memberikan trobosan dan gebrakan di 100 hari awal kepemimpinannya bersama Teguh.

TRIBUN/HO/Tim Komunikasi dan Medsos Gibran
Gibran Rakabuming Raka (kiri) dalam acara pengumuman rekomendasi pasangan calon yang diusung PDI-P pada Pilkada Serentak 2020, oleh DPD PDI-P Jateng, Jumat (17/7/2020). Gibran diharapkan mampu memberikan trobosan dan gebrakan di 100 hari awal kepemimpinannya bersama Teguh Prakosa. 

TRIBUNNEWS.COM - Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka diharapkan mampu memberikan trobosan dan gebrakan di 100 hari awal kepemimpinannya bersama Teguh Prakosa.

Hal itu diungkapkan oleh analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.

Pangi menyebut, Gibran memiliki modal untuk membuat gebrakan di Kota Solo.

"Dengan segudang kelebihan yang dimiliki Gibran, anak presiden, lalu didukung penuh DPRD Kota Solo, beliau juga adalah orang yang dianggap energik, ada trobosan-trobosan yang kita tunggu, dan itu menjadi penting ke depan," ungkap Pangi dalam program Overview Tribunnews.com, Kamis (18/2/2021).

Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.
Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. (Tribunnews)

Baca juga: Mantan Wali Kota Solo Jadi Tukang Las, Rudy: Nggak Usah Gengsi, Tidak Turun Derajat

Baca juga: Gibran-Teguh akan Pimpin Kota Solo, PKS Khawatir Beratnya Kondisi di Awal Kepemimpinan

Pangi menyebut, dalam 100 hari awal, kepala daerah akan terlihat apakah memiliki terobosan atau tidak.

"100 hari itu menjadi penting, itu waktu yang sebentar, tapi setelah itu juga akan ada apa yang akan beliau tinggalkan ke depan," ungkap Pangi.

"Apakah itu akan meninggalkan legacy yang bagus, atau hanya akan meninggalkan pencitraan saja, itu yang akan kita tunggu," imbuhnya.

Pangi juga berpesan agar Gibran tidak terlena dengan lingkungan sekitarnya.

Melainkan, harus mengetahui kondisi rakyat di bawah.

"Jangan sampai Gibran terjebak di lingkaran sekitar beliau, menyenangkan sementara, sedangkan rakyat yang di bawah tidak merasakan dampak langsung," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved