Breaking News:

KLHK: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Meningkat 3,72 Poin di Tahun 2020

(KLHK) merilis indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) secara nasional di tahun 2020 pada konferensi pers daring, Rabu (24/2/2021).

Ist
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RM. Karliansyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) secara nasional di tahun 2020 pada konferensi pers daring, Rabu (24/2/2021).

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan LIngkungan (Dirjen PPKL) KLHK, Karliansyah mengatakan bahwa IKLH 2020 secara nasional meningkat 3,72 poin dari target.

KLHK menergetkan IKLH di 2020 meningkat sebesar 68,71, namun pada kenyataannya IKLH di 2020 secara nasional meningkat hingga 70,27.

“Tahun 2020, IKLH kita secara nasional melebihi target. Artinya, tahap hidup masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang bersih itu bisa kita penuhi. Meskipun dari segi angka masih berada pada 70,27,” ujar Karliansyah.

Karliansyah mengatakan peningkatan IKLH 2020 sebesar 3,72 poin dipengaruhi beberapa faktor.

Salah satunya karena adanya perbaikan indeks kualitas udara (IKU) dan indeks kualitas air (IKA).

Baca juga: KLHK Launching Buku Peta Jalan Pemenuhan Bahan Baku Daur Ulang untuk Kurangi Impor Sampah

“Di tahun 2020, kita mengubah simpul pola penghitungannya. Dari hasil diskusi kami, disepakati bahwa yang namanya IKU dan IKA sangat penting untuk menggambarkan kondisi riil di Indonesia,” ujarnya.

Pentingnya bobot IKU lebih tinggi karena risiko terhadap kesehatan manusia, karena udara langsung dihirup manusia.

Sehingga, jika udara tercemar maka risiko akan sangat tinggi, dibandingkan jika air tercemar yang masih diolah dan disaring terlebih dahulu.

Namun isu kualitas udara dan air sangat penting dari sisi kesehatan dan lingkungan sehingga pembobotannya naik pada penghitungan IKLH secara nasional di tahun 2020.

Pada IKLH 2020, juga ada penambahan komponen indeks, yakni indeks kualitas air laut (IKAL) dan indeks kualitas ekosistem gambut (IKEG).

“Kita patut bersyukur hampir seluruh wilayah Indonesia didominasi oleh kondisi yang baik hingga sedang. Ada indeks yang sangat buruk di Jakarta. Namun sekali lagi kita patut bersyukur dengan kondisi yang sangat baik,” ujarnya.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved