Breaking News:

Waspada, BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Guyur Jabodetabek dan Banten Malam Nanti Hingga Esok

adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ekstrem mengguyur Jakarta, pada Rabu malam nanti hingga Kamis esok

Tribunnews.com/ Adi Suhendi
Ilustrasi hujan. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ekstrem mengguyur Jakarta, pada Rabu malam nanti hingga Kamis esok, (25/2/2021).

Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2/2021).

"Hujan lebat, hujan intensitas lebat hingga ekstrem diprediksi akan mulai malam ini atau dini hari dan dapat secara menerus selama beberapa jam hingga besok malam."

"Jadi saya ulangi lagi dampak ini, dapat berupa hujan lebat hingga ekstrem yang mulai turun malam hari atau dini hari nanti pukul 12 dan berlanjut beberapa jam hingga esok pagi, dan masih menerus siang, sore dan sampai malam hari," kata Dwikorita Karnawati.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Kamis, 25 Februari 2021: Waspada Cuaca Ekstrem di 16 Wilayah

Menurutnya prediksi hujan ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di Jabotabek saja melainkan juga Banten, termasuk Tangerang Raya, mulai dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang.

"Yang perlu diwaspadai dampak ini tidak terbatas terjadi di Jabodetabek saja, tetapi dampak ini hampir merata terutama di Banten yaitu statusnya siaga banjir atau banjir bandang, kemudian Daerah Khusus Ibukota Jakarta statusnya juga siaga mulai tanggal 25 Februari," katanya.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Kamis, 25 Februari 2021: Waspada Cuaca Ekstrem di 24 Wilayah Indonesia

Dwi menambahkan hujan yang diprediksi akan terjadi nanti, intensitasnya sama dengan hujan ekstrem yang melanda Jabodetabek pada 19-20 Februari lalu.

"Ekstrem di sini lebih dari 150 mm perjam, kurang lebihnya seperti kejadian hujan di Jabodetabek pada tanggal 19-20 (Februari) dan juga di Semarang beberapa waktu yang lalu," katanya.

Lebih jauh Dwi menambahkan bahwa prediksi hujan ekstrim tersebut karena terjadi perubahan bibit siklon di Wilayah Selatan Nusa Tenggara menjadi bibit Siklon Tropis.

Berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer pada pukul 13.00 WIB, 24 Februari 2021, potensi bibit siklon tersebut telah berkembang menjadi benar-benar bibit siklon tropis dengan inisial 98 S.

"Bibit siklon tropis 98 S, saat ini terpantau di Samudra Hindia dan sudah bergerak mencapai sebelah Selatan Jawa Timur, dengan posisi di sekitar 13 derajat Lintang Selatan dan 116 derajat Bujur Timur atau sekitar 625 km dari lepas pantai Jawa Timur," katanya.

Baca juga: Kabut Turun di Serpong Tangsel, Warga Heboh Foto dan Rekam, Begini Penjelasan BMKG

Dampak dari bibit siklon tersebut menurut Dwi yakni munculnya aktivitas pertumbuhan awan awan hujan.

Berdasarkan data model Numerical Weather Prediction (NWP) BMKG melihat adanya peningkatan kecepatan angin yang signifikan pada siklon tropis tersebut.

Bibit siklon tropis yang terpantau saat ini memiliki kecepatan pusaran 40 KM per jam.

Kecepatan pusaran tersebut berada di Selatan Jawa Timur atau tepatnya 16 km dari lepas pantai. Bibit Siklon Tropis tersebut bergerak ke arah Barat atau Barat Daya dengan kecepatan lebih dari 20 KM per jam.

"Dalam waktu 24 jam, diprediksi kecepatannya akan meningkat dengan probabilitas menengah hingga tinggi menjadi lebih dari 80 KM perjam, hal tersebutlah yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak secara tidak langsung, mengakibatkan intensitas hujan lebat hingga ekstrem," ujarnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved