Breaking News:

Nurhadi Pukul Petugas KPK

Kuasa Hukum Nurhadi Bantah Pernyataan Jubir KPK, Sebut Tak Ada Pemukulan Petugas Rutan KPK

Kuasa hukum Eks Sekretaris MA Nurhadi, Maqdir Ismail menyinggung kabar pemukulan petugas Rutan KPK yang disebut dilakukan kliennya. Ia membantahnya.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). KPK melanjutkan pemeriksaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Maqdir Ismail menyinggung kabar pemukulan petugas Rutan KPK yang disebut dilakukan kliennya. Ia membantah ada peristiwa itu.

Kata Maqdir, pihak Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kemenkumham maupun KPK belum memeriksa Nurhadi.

Tapi pihak KPK sudah langsung menyimpulkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut.

Hal ini ia sampaikan saat membaca nota pembelaan alias pleidoi atas tuntutan 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan bui dari jaksa kepada kliennya.

Baca juga: Kuasa Hukum Nurhadi Sebut Tuntutan Jaksa KPK Sewenang - Wenang dan Zalim

Baca juga: Eks Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp 83 Miliar

"KPK melalui juru bicaranya Ali Fikri mengemukakan kepada media bahwa Terdakwa I telah menganiaya petugas rutan, padahal baik KPK maupun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan HAM belum melakukan pemeriksaan terhadap Terdakwa I, tetapi KPK sudah menyimpulkan Terdakwa I melakukan penganiayaan," ucap Maqdir membacakan pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Menurutnya pihak KPK sudah menyebar informasi tidak benar kepada media soal ada tidaknya insiden tersebut.

Sebab berdasarkan pengakuan Nurhadi kepada tim hukumnya, ia tidak pernah melakukan penganiayaan semacam itu.

"Tidak ada peristiwa yang disebut sebagai penganiayaan sebagaimana pemberitaan yang bersumber dari KPK tersebut," tegas dia.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut, peristiwa pemukulan terjadi pada Kamis (28/1/2021) pukul 16.30 WIB. Petugas dipukul Nurhadi di Rutan Ground A C1 KPK.

Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). KPK melanjutkan pemeriksaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Tribunnews/Irwan Rismawan
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). KPK melanjutkan pemeriksaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)
Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved