Breaking News:

Penjelasan Effendi Gazali Setelah Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo

Mantan penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Pengamat komunikasi politik, Effendi Gazali. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Effendi Gazali menjelaskan ihwal pemeriksaannya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (4/3/2021).

Mantan penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur.

Effendi diperiksa untuk melengkapi berkas perkara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Menurut Effendi, penasihat ahli sama sekali tidak terhubung, atau tak ada akses ke Tim Due Diligence. 

Soalnya, kata dia, tim seleksi ekspor benur ini kebanyakan diisi staf khusus.

"Memastikan kepada penyidik KPK bahwa penasihat ahli mengharuskan adanya budidaya yang sesungguhnya, baru boleh ekspor. Yaitu dua kali siklus budidaya selama satu tahun," kata Effendi lewat keterangan tertulis, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Diduga Punya Informasi Penting soal Suap Benur, KPK Panggil Istri Edhy Prabowo

Melalui Effendi, tim penyidik KPK berusaha mendalami tentang terbitnya Peraturan Menteri 12/2020 tentang Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Effendi menyatakan tidak banyak yang dapat ia tambahkan karena penyidik KPK sudah punya semua data secara detail. 

"Ada deretan peristiwa, deretan rapat-rapat. Ada berkas-berkas. Ada catatan siapa saja yang hadir. Ada foto-foto. Pertanyaan penyidik KPK juga profesional dan tajam. Kalau saja penyidik KPK punya cukup waktu, seluruh fakta akan terbuka," katanya.

KPK Panggil Istri Edhy Prabowo, Diduga Punya Informasi Penting soal Suap Benur

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved