Senin, 18 Mei 2026

Kartu PraKerja

Selama Tahun 2020, Penerima SK Kartu Prakerja Capai 5,9 Juta Orang

Program Kartu Prakerja menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi terhadap masyarakat yang terimbas pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
Tangkap layar prakerja.go.id
Buku Kartu Prakerja. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Kartu Prakerja menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi terhadap masyarakat yang terimbas pandemi Covid-19.

Untuk 2021 ini, pemerintah menetapkan anggaran program Kartu Prakerja sama dengan tahun lalu yakni Rp 20 triliun.

Deputi IV Kementerian Koordinator Perekonomian Rudy Salahudin menyatakan, sepanjang tahun 2020, sudah 12 gelombang Kartu Prakerja yang dikeluarkan.

Baca juga: Kemenko Polhukam Terima Genose C19 dari Kemenristek Dikti

"Program ini menyentuh 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, jumlah penerima 5,9 juta orang dan menjangkau masyarakat difabel, kabupaten tertinggal, lulusan SD- SMP, masyarakat lansia, mantan TKI, serta masyarakat yang tidak memiliki rekening bank. Ini salah satu keberhasilan program Kartu Prakerja 2020,” kata Rudy saat Dialog Publik bertema Perkembangan Program Kartu Prakerja yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Satgas Covid-19: Pemeriksaan Spesimen Naik, Rata-rata 60 Ribu Per Hari

Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyatakan, survei BPS pada 2020, sebanyak 88,9 persen penerima kartu Prakerja mengatakan keterampilan kerja mereka meningkat.

"Sebanyak 81 persen penerima bantuan memanfaatkan intensif sebesar Rp 600 ribu tersebut untuk kebutuhan sehari-hari,” tutup Denni Puspa.

Senada dengan keterangan tersebut, Yumna Via Hasiany, Peserta Kartu Prakerja Gelombang 2 menceritakan pengalamannya mengikuti program Kartu Prakerja.

“Saya mengikuti program Kartu Prakerja di Maret-April 2020, alhamdulillah Juni 2020 sudah mendapat pekerjaan di bidang IT.

Baca juga: Menteri BUMN Bertemu Menpora Bahas Masa Depan Olahraga Basket di Tengah Pandemi

Pelatihan tersebut berguna sekali menurut saya, karena yang saya ambil benar-benar bisa saya terapkan di dalam pekerjaan saya saat ini.

Pekerjaan saya saat ini di bidang programing web yang sesuai dengan pelatihan yang saya ambil,” ujarnya.

Selain itu Yumna juga menyatakan bahwa sertifikat yang didapatkan dari program Kartu Prakerja cukup berguna untuk melamar pekerjaan.

Untuk 2021, desain program Kartu Prakerja serupa dengan 2020 yakni, biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, kemudian ada pula insentif survei Rp 150 ribu untuk tiga kali survei. Pelaksanaannya pun masih dilakukan secara online.

Untuk 2021 ini, ekosistem Kartu Prakerja meliputi 5 mitra pembayaran, 7 platform digital, 165 lembaga pelatihan, 4 institusi pendidikan, dan 3 portal lowongan kerja.

“Kita terus menambah Lembaga pelatihan dan tentunya penambahan ini setelah mengikuti aturan yang berlaku. Kemudian 165 lembaga pelatihan ini juga menyediakan 1700 pelatihan,” papar Denni Puspa.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved