Breaking News:

Penanganan Covid

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Tertinggi di Asia, Ini yang Perlu Disikapi Menurut PB IDI

Selama satu tahun pandemi, Indonesia memiliki tingkat kematian dan persentase kematian harian akibat Covid-19 tertinggi di Asia.

DOKUMENTASI BNPB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama satu tahun pandemi, Indonesia memiliki tingkat kematian dan persentase kematian harian akibat Covid-19 tertinggi di Asia.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih, saat jumpa pers di Sekretariat IDI, Jakarta Pusat, Rabu, (10/3/2021).

Daeng memaparkan kondisi saat ini harus menjadi perhatian khusus. 

“Apa yang sebenarnya terjadi di negara kita saat ini? Apakah karena jumlah pemeriksaan kita kurang, sehingga saat dibandingkan mortalitas menjadi tinggi,” ujarnya.

Baca juga: IBL Umumkan Tiga Orang Positif Covid-19, Laga Satya Wacana vs Bima Perkasa Ditunda

Baca juga: 2,2 Juta Pelayan Publik di Jateng Ditargetkan Selesai Vaksinasi Covid-19 pada April Mendatang

Daeng mempertanyakan terkait apakah tingkat kematian ini lantaran strain virus Corona di Indonesia sangatlah ganas, atau karena saturasi penderita Covid-19 di Indonesia sangat tinggi.

Menurut Daeng, angka kematian sangat penting dicermati lantaran merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan penanganan suatu penyakit.

Baca juga: Sebanyak 3.500 Prajurit TNI AL Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Ia mengambil contoh kasus di China, Hong Kong, Taiwan dan Vietnam yang terbilang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga diimbau untuk benar-benar mengkaji Covid-19, saat ini agar usaha mitigasi penyebaran Covid-19 yang telah diterapkan menjadi efisien dan efektif.

"Bila berbagai pendekatan ternyata tidak ada perbaikan, perlu segera dipikirkan metode lain sebelum terlalu terlambat dan negara tereliminasi oleh virus. Perlu dibuat sistem perlindungan satu langkah di depan serangan virus (one step ahead)," tambahnya.

Daeng juga menjelaskan banyak masyarakat tidak benar dalam memakai masker serta banyak masker yang tidak sesuai standar kesehatan.

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati, setidaknya jika memakai masker bahan atau masker biasa harus didouble penggunaanya.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved