Breaking News:

Hidayat Minta KBRI di Seoul Layangkan Nota Protes Soal Sikap Pria Korea yang Rasis

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, ikut mengecam ucapan rasis pria asal Korea terhadap perempuan Indonesia yang tengah viral di media sosial.

TRIBUN/DANY PERMANA
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berbincang dengan awak redaksi Tribun Network dalam acara kunjungan Pimpinan MPR RI ke Redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Rabu (18/12/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, ikut mengecam ucapan rasis pria asal Korea terhadap perempuan Indonesia yang tengah viral di media sosial.

Menurut Hidayat Nur Wahid, perilaku rasis pria Korea tersebut adalah tindakan tidak manusiawi dan tidak menghormati negara Indonesia.

"Hubungan baik antara Indonesia dan Korea jangan sampai dinodai dengan cara-cara atau tindakan rasis semacam ini," ujar Hidayat Nur Wahid dalam keterangannya, Senin (15/3/2021).

Agar kejadian serupa tidak terulang kata HNW, sapaan akrab Hidayat Nur Wahid, pihaknya mendesak agar KBRI di Seoul Korea, melayangkan nota protes. 

"Jangan gara-gara satu oknum, hubungan kedua negara rusak. KBRI harus bertindak, agar pelaku meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya," tegas politisi PKS itu.

Jika perlu kata HNW, pria tersebut juga harus menyatakan permintaan maaf secara resmi melalui media-media di Korea maupun di Indonesia. 

Baca juga: Viral Pemuda Diobati Dokter Hewan setelah Alami Kecelakaan, Ini Alasan hingga Sejumlah Perawatannya

"Ini supaya jadi pelajaran bagi warga negara lainnya," tandasnya.

Terakhir, HNW juga mengimbau agar masyarakat Indonesia atau yang dikenal dengan netizen +62 untuk tidak membalas kelakuan pria tersebut dengan pernyataan-pernyataan rasis.

"Jika kita ingin dihormati pihak lain, maka kita juga harus menghormati pihak lain. Kalau kita meminta netizen mereka berlaku sopan, tentunya netizen Indonesia juga harus berlaku sopan. Itu yang rasional dan berlaku universal," tuturnya.

"Kita harus buktikan, bahwa Netizen Indonesia tetap menjunjung nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, menjaga etika dan menggunakan cara-cara yang lebih baik untuk membalas hinaan terhadap negara kita, "pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved