Breaking News:

KPK Dalami Kebijakan Menteri Edhy Prabowo soal Bank Garansi Eksportir Benur

Pendalaman dilakukan dengan memeriksa Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Yusuf pada Rabu (17/3/20201) ini.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Yusuf tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/3/21). Muhammad Yusuf diperiksa terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster dan pengelolaan perikanan atau komoditas perairan lainnya tahun 2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kebijakan Edhy Prabowo sewaktu menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan terkait pembuatan bank garansi oleh para eksportir benih bening lobster atau benur.

Pendalaman dilakukan dengan memeriksa Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Yusuf pada Rabu (17/3/20201) ini.

Yusuf diperiksa untuk melengkapi berkas perkara Edhy dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benur di KKP.

"M Yusuf (Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI) didalami pengetahuannya antara lain terkait mengenai adanya kebijakan tersangka EP agar pihak eksportir yang mendapatkan ijin eksport benih bening lobster untuk membuat bank garansi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Rabu.

Baca juga: Sidang Suap Ekspor Benur, Hakim Tanya Kenapa Ngabalin Bisa Ikut Edhy Prabowo ke Hawaii

Usai diperiksa penyidik KPK, Yusuf mengaku dimintai keterangannya soal uang Rp53,2 miliar yang disita KPK di bank garansi.

Setelah diperiksa Yusuf membantah uang di bank garansi terkait rasuah ekspor benih lobster. 

Bahkan, katanya, uang yang ada di sana tak melanggar hukum.

"Iya (boleh) tidak ada yang dilanggar," ucap Yusuf di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).

Yusuf menjelaskan muasal uang yang ada di bank garansi. 

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved