Breaking News:

Saat Muda Risma Gemar Baca Buku dan Komik Hingga Dini Hari: Pura-pura Tidur saat Bapak Cek ke Kamar

Risma bercerita semasa kanak-kanak, dirinya dapat membaca buku hingga dini hari. Dirinya kerap berpura-pura tidur saat orang tuanya mengecek di kamarn

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
KUNJUNGAN KERJA - Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat mendamipingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy kunjungan kerja di PMI Surabaya, Selasa (16/2). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini ternyata memiliki kegemaran membaca yang sangat besar.

Risma bercerita semasa kanak-kanak, dirinya dapat membaca buku hingga dini hari. Dirinya kerap berpura-pura tidur saat orang tuanya mengecek di kamarnya.

"Saya ingat saat saya membaca buku, bahkan kadang sampai jam 2 pagi sampai dilihat orang tua saya. Bapak saya melihat di kamar, pura-pura saya tidur. Setelah pergi saya membaca lagi," ujar Risma dalam Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 secara daring, Senin (22/3/2021).

Mantan Wali Kota Surabaya ini mengaku dapat membaca saat berada di lokasi manapun.

Kegemarannya tersebut, kata Risma, timbul sejak dirinya bisa membaca.

Komik hingga buku pengetahuan menjadi bacaan yang menjadi favorit Risma saat kecil. Orang tua Risma memberikan kebebasan dirinya untuk membaca.

Baca juga: Risma Bangun 1.400 Perpustakaan di Surabaya, Dimulai dari Perkampungan Kumuh

"Saya membaca mulai buku komik sampai buku pengetahuan, saya baca dan saya pelajari. Dan saya bersyukur, saat itu saya mendapatkan kebebasan dari orang tua saya untuk membaca apapun yang saya inginkan," ungkap Risma.

Kegemarannya membaca, menurut Risma, memberikan manfaat yang sangat besar. Hingga saat ini, Risma mengaku terus menggandrungi kebiasaan membaca.

Bahkan kemampuan mengemban jabatan sejak menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya hingga Menteri Sosial dipelajarinya melalui membaca.

"Karena itu seringkali orang bertanya, saya itu sebetulnya sarjana apa. Saya bisa bisa diajak mengerti tentang pertanian, saya bisa diajak bicara tentang peternakan, saya bisa diajak ngomong soal bagaimana pengelolaan keuangan," ucap Risma.

Saat menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Risma mengungkapkan banyak yang meragukan kemampuannya, karena dinilai tidak berpengalaman.

Namun, keraguan orang dapat ditepis Risma dengan terus mempelajari tentang aspek pertamanan khususnya soal tanam-tanaman.

"Semua orang tidak percaya, tapi dengan cepatnya saya bisa menyesuaikan. Saya sampaikan saya sampai menghafal namanya tanaman di buku setinggi ini. Akhirnya saya hapal tanaman, semua saya pelajari. Setiap saya pergi, saya belajar bagaimana gambar-gambar, bagaimana desain-desain tentang taman," tutur Risma.

Kegemaran Risma membaca dapat mengantarkan Kota Surabaya menjadi kawasan yang asri. Sejumlah penghargaan diraih oleh Kota Surabaya selama dirinya menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Wali Kota.

Penghargaan tersebut yakni, Taman Terbaik tingkat Asia Pasifik dan Penghargaan Adipura Kencana setiap tahun hingga delapan tahun berturut-turut. Bahkan Surabaya mendapatkan penghargaan lingkungan hidup kebersihan dari PBB.
 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved